Pelopor.id | Thailand tahun ini menargetkan ekonominya bisa tumbuh hingga 4%. Pada tahun lalu, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini telah tumbuh 1,6%.
Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith mengatakan, negara tersebut akan fokus mengembangkan mesin pertumbuhan baru, seperti startup dan teknologi digital.
Ia juga menyebutkan bahwa Thailand tidak akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga apa pun sampai ekonominya pulih total. Bahkan, melansir Reuters, pemerintah Thailand menegaskan akan menempuh kebijakan fiskal dan moneter yang terus mendukung bisnis dan pemulihan ekonomi.
“Selama wabah virus corona, kebijakan fiskal akan memainkan peran utama dan kebijakan moneter harus akomodatif untuk memungkinkan pemerintah membelanjakan lebih banyak,” kata Arkhom dalam sebuah seminar bisnis pada Rabu (23/02/2022).
Bank Sentral Thailand telah mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor terendah, yaitu 0,50% sejak Mei 2020.
“Pertanyaannya pada 2022, jika The Fed menaikkan suku bunga, apa suku bunga kita harus ikuti? Kita harus yakin ekonomi kita pulih sepenuhnya,” ujar Arkhom.
Menanggapi hal itu, Wakil Perdana Menteri Thailand Supattanapong Punmeechaow optimistis, target pertumbuhan ekonomi 3%-4% dapat tercapai, antara lain didukung oleh peningkatan investasi dan dibukanya kembali wisatawan asing.
Ia juga memastikan harga energi tidak akan terlalu tinggi, untuk membantu menjaga daya saing negaranya.[]












