Pelopor.id | Sony berencana mengakuisisi studio di balik hit sci-fi MMO Destiny, Bungie, senilai USD 3,6 miliar.
Setelah kesepakatan selesai, Bungie akan bergabung dengan Sony Interactive Entertainment (SIE), yang meliputi Insomniac Games, Naughty Dog, Guerrilla Games, Sucker Punch Productions, Bluepoint Games dan sejumlah studio terkemuka lainnya.
Kemudian Bungie akan mempertahankan kontrol kreatif atas waralabanya dan terus berkembang untuk berbagai platform, bukan hanya PlayStation.
“Permainan kami akan terus menjadi tempat komunitas kami berada, di manapun mereka memilih untuk bermain,” kata CEO Bungie Pete Parsons, dilansir dari Engadget.
Bungie memposisikan pembelian ini sebagai awal dari era baru perusahaan yang fokus pada hiburan multimedia global, bukan hanya game.
Kesepakatan ini menyusul aksi Microsoft yang membeli Activision Blizzard seharga USD 69 miliar pada pertengahan bulan lalu. Aksi inipun menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah industri game.
Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft telah melakukan investasi termasuk mengakuisisi pembuat “Minecraft” Mojang Studios dan Zenimax dalam kesepakatan bernilai miliaran dolar.
Untuk diketahui, kesepakatan akuisisi memberi sejumlah manfaat bagi studio yang dibeli seperti stabilitas keuangan, dukungan produksi dan rencana pemasaran yang luas, meskipun kesepakatan tersebut berpotensi mengikat game mereka ke platform tertentu. []
Baca juga: Sony Berencana Kembangkan Kendaraan Listrik












