Pelopor.id – China Evergrande Group, mengalami kenaikan harga saham lebih dari 13% pada perdagangan, Senin (24/1/2022). Lonjakan harga saham itu, terjadi setelah pengembang properti tersebut sehari sebelumnya mengatakan, akan menunjuk pejabat dari unit manajer aset negara China Cinda Asset Management ke dalam jajaran dewan direksi perusahaan.
Aset Evergrande, diperkirakan akan diambilalih oleh perusahaan milik negara dalam restrukturisasi yang dipimpin oleh Pemerintah Provinsi Guangdong. Dilansir dari Reuters, (24/1/2022), Aksi ini menjadi salah satu petunjuk bahwa restrukturisasi bergerak maju.
Sentimen positif juga didapat Evergrande berkat laporan perusahaan penyedia intelijen keuangan REDD pada Jumat (21/1/2022). Laporan itu menyebutkan, Pemerintah Provinsi Guangdong berencana merilis kerangka rencana restrukturisasi utang untuk Evergrande pada Maret 2022. Perusahaan itu, akan memisahkan aset luar negeri dan menjualnya untuk melunasi utang luar negeri.
- Setelah Diperintah Bongkar 39 Bangunan di Hainan, Evergrande Juga Stop Perdagangan Sahamnya di Hong Kong
- Evergrande Group Janji Siapkan 39.000 Properti Bulan Ini
Adapun Evergrande, merupakan perusahaan properti yang paling banyak utang di dunia, dengan total US$ 300 miliar. Angka itu termasuk hampir US$ 20 miliar obligasi internasional yang semuanya dianggap gagal bayar sejak akhir tahun lalu. []












