Pelopor.id | Pemerintah Tiongkok berkomitmen akan bertindak lebih keras dan tidak menunjukkan belas kasihan terhadap segala bentuk korupsi. Janji ini diutarakan ketika Partai Komunis Tiongkok bersiap melakukan pertemuan penting yang akan mengamankan masa jabatan ketiga Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Dengan adanya pengumuman ini, terlihat bahwa pihak otoritas tidak berniat mengurangi penyelidikan yang melanda industri teknologi Tiongkok tahun lalu. Bahkan, pihak berwenang berkomitmen akan melanjutkan penyelidikan korupsi berkelanjutan, yang telah menjatuhkan politisi papan atas dan taipan yang berpengaruh di Negeri Tirai Bambu.
“Tidak menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang terlibat dalam geng politik, lingkaran kecil, dan kepentingan pribadi di dalam partai,” bunyi pengumuman dari pengawas disiplin Partai Komunis yang disampaikan oleh kantor berita Xinhua.
Laporan Xinhua juga menjelaskan bahwa pihak berwenang Tiongkok akan menghukum setiap unsur yang terlibat korupsi.
Selain itu diingatkan juga mengenai penyelidikan lanjutan terhadap korupsi di sektor keuangan dan perusahaan milik negara. Menanggapi pengumuman ini, sejumlah kritikus berpendapat, kampanye anti korupsi oleh Pemerintah Tiongkok berfungsi sebagai cara untuk menyingkirkan musuh politik sejak Xi Jinping berkuasa pada 2013.
Peringatan baru ini muncul setelah penayangan program televisi pemerintah pada Rabu (19/01/2022). Tayangan itu menyiratkan keterlibatan Ant Group yang berafiliasi dengan Alibaba, perusahaan teknologi milik Jack Ma, dalam skandal korupsi. []
Baca juga: Profil Xi Jinping yang Sering Mencekal Perusahaan Teknologi China












