Filipina Protes Larangan Penangkapan Ikan oleh Tiongkok

- Editor

Selasa, 31 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nelayan. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Kanenori)

Ilustrasi nelayan. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Kanenori)

Jakarta | Filipina telah mengajukan protes diplomatik dengan Tiongkok lantaran secara sepihak menyatakan larangan penangkapan ikan di Laut Tiongkok Selatan dan juga mengeluhkan pelecehan dan pelanggaran yurisdiksinya oleh penjaga pantai Beijing.

Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, kementerian luar negeri menuduh kapal-kapal Tiongkok mengganggu misi penelitian ilmiah kelautan bersama dan kegiatan eksplorasi energi di dua lokasi di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina.

Dalam pernyataan lain, Filipina mengecam pengenaan moratorium penangkapan ikan oleh Tiongkok yang bertujuan untuk regenerasi stok ikan, larangan tahunan yang mencakup perairan di dalam ZEE Vietnam dan Filipina.

Kedutaan Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Filipina, yang mengacu pada perkembangan bulan Maret dan April.

Kementerian luar negeri mengatakan tindakan penjaga pantai itu tidak konsisten dengan lintas damai dan jelas merupakan pelanggaran yurisdiksi maritim Filipina.

Protes tersebut menunjukkan tantangan ke depan bagi Presiden terpilih Ferdinand Marcos Jr., yang akan memiliki tindakan penyeimbangan yang rumit dalam mengejar hubungan ekonomi yang lebih kuat dengan Tiongkok, sementara tidak tampak menyerah atas apa yang dilihat militer sebagai provokasi Beijing yang melanggar hukum di laut.

Sebelumnya pekan lalu, Marcos sempat mengatakan akan mempertahankan wilayah berdaulat dan menentang perambahan Tiongkok, dalam komentar terkuatnya tentang kebijakan luar negeri.

Itu mengikuti percakapan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di mana dia mengatakan akan meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang baru.

Filipina dan Tiongkok secara historis memiliki hubungan yang sulit atas klaim teritorial Beijing yang luas dan perilaku penjaga pantai dan armada penangkapan ikannya di Laut Tiongkok Selatan, yang dilalui setidaknya USD 2,4 juta perdagangan laut setiap tahun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tiongkok Diam-diam Membeli Minyak Mentah Rusia yang Murah

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Donne Maula Rilis Harum, Lagu Tentang Alasan Tetap Berjuang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Senin, 6 Juli 2026 - 13:29 WIB

Arika Panggabean Kemas Pesan Hangat di Single Sahabat Selamanya

Senin, 6 Juli 2026 - 02:36 WIB

Daftar Harga Tiket Konser Kahitna 40 Tahun Jakarta 2026

Berita Terbaru