Pelopor.id | Pemerintah Iran kembali menutup pusat penambangan kripto di negaranya pada tahun ini. Larangan yang kedua kalinya ini diterapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketegangan pada pembangkit listrik.
Keputusan itu disampaikan oleh Direktur Iran Grid Management Co. Mostafa Rajabi Mashhadi, yang merupakan perusahaan pembangkit listrik negara.
Mashhadi menyatakan, larangan penambangan kripto akan berlaku hingga 6 Maret 2022, seperti dikutip dari Bloomberg. Dengan demikian, Pemerintah Iran bisa mengamankan 209 megawatt (MW) listrik, yang dapat digunakan untuk konsumsi listrik di sektor rumah tangga.
Baca juga: Kekhawatiran IMF Soal Aset Kripto
Jika tertangkap ada yang melakukan penambangan kripto ilegal, baik individu di rumah maupun unit industri skala besar, maka harus siap menerima tindakan tegas dari pihak berwenang. Pasalnya, mereka dapat mengkonsumsi lebih dari 600 MW listrik saat melakukan aktivitas penambangan kripto.
Selain menutup penambangan kripto, Pemerintah Iran juga melakukan sejumlah upaya penghematan listrik lainnya, termasuk mematikan lampu jalan di beberapa daerah dan mengatur penggunaan listrik di gedung perkantoran. []
Baca juga: Bisnis NFT Naik Daun, Line Terjun ke Blockchain dan Kripto












