Kekhawatiran IMF Soal Aset Kripto

0

Pelopor.id – Booming cryptocurrency membuat International Monetary Fund (IMF) khawatir, lantaran pasar uang kripto tumbuh dengan cepat, namun tidak diikuti regulasinya.

Salah satu hal yang disoroti IMF adalah banyaknya individu dan lembaga keuangan ikut memperdagangkan aset-aset kripto, tanpa disertai tata kelolanya.

IMF mengatakan, konsumen aset kripto memiliki resiko terkait pengawasan yang tidak memadai, sehingga aset-aset kripto menciptakan sejumlah celah ke aktivitas yang tidak diinginkan, seperti praktek pencucian uang hingga pendanaan teroris.

Selain itu, IMF melihat rendahnya pengawasan membuat para Influencer di aset-aset kripto menjadi resiko lain yang harus di cermati investor.

Berdasarkan data IMF, nilai pasar kripto per September 2021 telah mencapai US$2 triliun atau tumbuh 10 kali lipat dari awal 2020.

Financial Conduct Authority (FCA) selaku regulator keuangan Inggris, telah memperingatkan bahwa influencer di media sosial seringkali dibayar oleh penipu untuk meningkatkan penjualan token mereka dengan cara spekulasi.

Kripto
Ilustrasi koin Kripto. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/vjkombajn)

Kepala FCA Charles Randell dalam pidatonya pada September 2021 lalu mengatakan, beberapa influencer mempromosikan koin yang ternyata tidak ada sama sekali.

Menurutnya, dengan karakteristik nilai yang volatil, aset kripto bisa menjadi pedang bermata dua bagi investor. Data dari FCA sendiri menunjukkan bahwa 2,3 juta warga Inggris memiliki aset kripto.

Sebanyak 12 persen dari mereka membelinya secara kredit dan 12 persen di antaranya meyakini bahwa kepemilikan aset kripto akan dilindingi oleh FCA. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Selain nilai yang bisa jatuh sewaktu-waktu, investor juga akan dihadapkan dengan kewajiban membayar kembali pinjaman mereka untuk memiliki kripto. []