Kekhawatiran IMF Soal Aset Kripto

- Editor

Senin, 27 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelopor.id – Booming cryptocurrency membuat International Monetary Fund (IMF) khawatir, lantaran pasar uang kripto tumbuh dengan cepat, namun tidak diikuti regulasinya.

Salah satu hal yang disoroti IMF adalah banyaknya individu dan lembaga keuangan ikut memperdagangkan aset-aset kripto, tanpa disertai tata kelolanya.

IMF mengatakan, konsumen aset kripto memiliki resiko terkait pengawasan yang tidak memadai, sehingga aset-aset kripto menciptakan sejumlah celah ke aktivitas yang tidak diinginkan, seperti praktek pencucian uang hingga pendanaan teroris.

Selain itu, IMF melihat rendahnya pengawasan membuat para Influencer di aset-aset kripto menjadi resiko lain yang harus di cermati investor.

Berdasarkan data IMF, nilai pasar kripto per September 2021 telah mencapai US$2 triliun atau tumbuh 10 kali lipat dari awal 2020.

Financial Conduct Authority (FCA) selaku regulator keuangan Inggris, telah memperingatkan bahwa influencer di media sosial seringkali dibayar oleh penipu untuk meningkatkan penjualan token mereka dengan cara spekulasi.

Kripto
Ilustrasi koin Kripto. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/vjkombajn)

Kepala FCA Charles Randell dalam pidatonya pada September 2021 lalu mengatakan, beberapa influencer mempromosikan koin yang ternyata tidak ada sama sekali.

Menurutnya, dengan karakteristik nilai yang volatil, aset kripto bisa menjadi pedang bermata dua bagi investor. Data dari FCA sendiri menunjukkan bahwa 2,3 juta warga Inggris memiliki aset kripto.

Sebanyak 12 persen dari mereka membelinya secara kredit dan 12 persen di antaranya meyakini bahwa kepemilikan aset kripto akan dilindingi oleh FCA. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Selain nilai yang bisa jatuh sewaktu-waktu, investor juga akan dihadapkan dengan kewajiban membayar kembali pinjaman mereka untuk memiliki kripto. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tiongkok Keluarkan Peringatan Kuning atau Level 2 untuk Suhu Tinggi

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Berita Terbaru

Penyanyi remaja, Lindee Cremona. (Foto: Istimewa)

Musik

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB