Kepala Amnesty International di Ukraina Mengundurkan Diri

- Editor

Minggu, 7 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Ukraina. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi bendera Ukraina. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Kepala kantor Amnesty International Ukraina telah mengundurkan diri, menuduh organisasi hak asasi meniru propaganda Kremlin dalam sebuah laporan kontroversial yang mengkritik tanggapan militer Kyiv terhadap invasi Rusia.

Amnesti memicu kemarahan di Ukraina dengan penerbitan laporan pada hari Kamis yang menuduh militer membahayakan warga sipil dengan mendirikan pangkalan di sekolah dan rumah sakit, dan meluncurkan serangan balik dari daerah berpenduduk padat.

“Jika Anda tidak tinggal di negara yang diserang oleh penjajah yang mencabik-cabiknya, Anda mungkin tidak mengerti bagaimana rasanya mengutuk pasukan pembela,” kata Oksana Pokalchuk di media sosial, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kepala kantor kelompok Ukraina Jumat malam.

Pokalchuk mengatakan dia telah mencoba untuk memperingatkan kepemimpinan senior Amnesty bahwa laporan itu sepihak dan gagal memperhitungkan posisi Ukraina dengan benar, tetapi dia diabaikan.

Sekretaris Jenderal Amnesty Agnes Callamard mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Osana telah menjadi anggota staf Amnesty yang berharga dan telah memimpin kantor Amnesty International Ukraina selama tujuh tahun dengan banyak keberhasilan hak asasi manusia yang signifikan.

“Kami menyesal mendengar bahwa dia meninggalkan organisasi, tetapi kami menghormati keputusannya dan mendoakan yang terbaik untuknya,” katanya seperti dikutip dari AFP.

Amnesty mengatakan telah menghubungi pejabat pertahanan di Kyiv dengan temuannya pada 29 Juli, namun belum menerima tanggapan pada saat publikasi, tetapi Pokalchuk berpendapat bahwa ini hampir tidak cukup.

“Akibatnya, organisasi tersebut secara tidak sengaja mengeluarkan pernyataan yang terdengar seperti dukungan untuk narasi Rusia. Berjuang untuk melindungi warga sipil, penelitian ini malah menjadi alat propaganda Rusia.”

Amnesty mencatat insiden di mana pasukan Ukraina tampaknya telah membuat warga sipil terancam bahaya di 19 kota dan desa di wilayah Kharkiv, Donbas dan Mykolaiv.

Baca Juga :   Thailand Targetkan Raih Rp 4,7 T dari Festival Songkran 2022

“Kami telah mendokumentasikan pola pasukan Ukraina yang menempatkan warga sipil dalam risiko dan melanggar hukum perang ketika mereka beroperasi di daerah berpenduduk,” kata Callamard.

Pemerintah Ukraina menolak keras, dengan Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mencap tuduhan itu “tidak adil” dan Menteri Pertahanan Oleksiy Reznikov menyebut laporan itu sebagai “penyimpangan”.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kelompok hak asasi telah mencoba untuk mengampuni negara teroris dan mengalihkan tanggung jawab dari agresor ke korban.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:52 WIB

Lesti Kejora Jadi Kolaborator di Konser 30 Tahun UNGU

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Donne Maula Rilis Harum, Lagu Tentang Alasan Tetap Berjuang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Berita Terbaru

Penyanyi dangdut, Lesti Kejora. (Foto: Istimewa)

Musik

Lesti Kejora Jadi Kolaborator di Konser 30 Tahun UNGU

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:52 WIB

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB