Pelopor.id | Jakarta – Pabrikan sepeda motor menengah India Royal Enfield memprediksi penjualannya tahun ini akan melampaui 3.000 unit, lantaran segmen sepeda motor menengah di Thailand terlihat mulai pulih dari penjualan yang lesu setelah terdampak pandemi.
Prospek pasar yang cerah telah dikaitkan dengan pembukaan kembali pemerintah Thailand di negara itu sejak akhir tahun lalu dan pelonggaran pembatasan perjalanan dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata.
“Perusahaan percaya pasar sepeda motor menengah di Thailand sedang pulih. Orang ingin bepergian dan banyak dari mereka akan mempertimbangkan untuk membeli sepeda motor baru, termasuk yang masuk dalam kategori menengah,” kata Kepala Eksekutif Eicher Motors Siddhartha Lal, yang mengawasi merek Royal Enfield, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Sebelumnya, penjualan Royal Enfield sempat menurun, dari sekitar 3.000 unit pada tahun 2020, menjadi 1.600 unit pada tahun lalu, akibat dampak dari sejumlah pembatasan selama pandemi.
“Kami tahu ekonomi domestik melambat, tetapi kami tetap yakin bahwa industri pariwisata akan mendorong pasar,” kata Lal.
Business Head Royal Enfield untuk Asia-Pasifik Anuj Dua mengatakan, pihaknya akan tetap fokus di pasar Thailand karena melihat potensi pertumbuhan penjualan sepeda motor menengah yang dikategorikan berkapasitas 250-750 silinder (cc).
Pasar sepeda motor menengah Thailand memiliki total penjualan sekitar 120.000 unit per tahun. Royal Enfield adalah perusahaan terbesar ketiga dalam hal volume penjualan.
Pabrik Royal Enfield yang berlokasi di Chachoengsao memiliki kapasitas produksi 5.000 unit per tahun dan dapat meningkatkan kapasitas menjadi 10.000 unit per tahun di masa mendatang.[]












