Pengajuan Pengadilan, Elon Musk Tuduh Twitter Lakukan Penipuan dalam Kesepakatan Pembelian

- Editor

Sabtu, 6 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Miliarder Elon Musk menuduh Twitter melakukan penipuan, menuduh platform media sosial itu menyesatkannya tentang aspek-aspek kunci dari bisnisnya, sebelum dia menyetujui pembelian USD 44 miliar. Tuduhan ini diungkapkan saat pertempuran pengadilan mereka memanas.

Pendiri Tesla itu mengajukan klaim pada Kamis malam saat dia melawan gugatan Twitter yang berusaha memaksanya untuk menutup kesepakatan, yang telah dia coba batalkan.

Musk berpendapat dalam pengajuan ke pengadilan Delaware bahwa jumlah pengguna yang dapat ditampilkan beriklan di platform jauh di bawah angka perusahaan.

“Pengungkapan Twitter perlahan-lahan terurai, dengan Twitter dengan panik menutup gerbang informasi dalam upaya putus asa untuk mencegah Pihak Musk mengungkap penipuannya,” ungkap klaim tersebut seperti dikutip AFP.

Dalam pengajuannya sendiri, Twitter menolak argumen miliarder itu dengan menyebutnya “tidak masuk akal dan bertentangan dengan fakta kedengarannya.”

“Menurut Musk, dia miliarder pendiri banyak perusahaan, yang disarankan oleh para bankir dan pengacara Wall Street, ditipu oleh Twitter untuk menandatangani perjanjian merger senilai $44 miliar,” kata Twitter.

Musk pekan lalu mengajukan gugatan baliknya, yang akhirnya diumumkan pada hari Kamis, bersama dengan pembelaan hukum terhadap klaim Twitter bahwa miliarder itu terikat secara kontrak untuk menyelesaikan kesepakatan pengambilalihan.

“Klaim balik adalah kisah yang dibuat untuk litigasi yang bertentangan dengan bukti dan akal sehat,” bantah Twitter dalam pengarsipan.

Sidang lima hari yang akan mempertimbangkan gugatan Twitter terhadap Musk telah dijadwalkan pada 17 Oktober.

Musk merayu dewan Twitter dengan tawaran USD 54,20 per saham, tetapi kemudian pada bulan Juli mengumumkan bahwa dia mengakhiri perjanjian mereka karena perusahaan telah menyesatkannya mengenai penghitungan akun palsu dan spam. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Bahrain Hapus Aturan Wajib Karantina dan PCR Mulai 20 Februari

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB