Juri AS Pertimbangkan Nasib Pekerja Twitter yang Dituduh Terima Suap

- Editor

Jumat, 5 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Twitter. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/PhotoMIX-Company)

Ilustrasi Twitter. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/PhotoMIX-Company)

Pelopor.id | Jakarta – Juri di pengadilan San Francisco, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (04/08/2022) mulai mempertimbangkan nasib seorang mantan pekerja Twitter yang dituduh menerima suap dari Arab Saudi untuk membantu mengungkap kritiknya di platform tersebut.

Jaksa mengatakan, Ahmad Abouammo menjual informasi pengguna Twitter untuk uang tunai dan jam tangan mahal sekitar tujuh tahun lalu, sementara tim pembelanya berpendapat bahwa dia tidak melakukan apa-apa selain menerima hadiah dari orang Saudi yang berbelanja gratis hanya karena melakukan pekerjaan manajemen kliennya.

“Bukti menunjukkan bahwa, untuk harga dan berpikir tidak ada yang menonton, terdakwa menjual posisinya kepada orang dalam putra mahkota,” kata jaksa AS Colin Sampson dalam sambutan terakhir kepada juri, seperti dilansir dari AFP.

Pengacara pembela Angela Chuang membalas bahwa meskipun tampaknya ada konspirasi sekitar 7 tahun yang lalu untuk mendapatkan informasi terbuka tentang kritik Saudi dari Twitter, jaksa gagal membuktikan Abouammo adalah bagian darinya.

“Sangat jelas bahwa orang-orang yang benar-benar diinginkan pemerintah tidak ada di sini, karena mereka kacau,” kata Chuang kepada juri.

Chuang mengakui bahwa Abouammo memang melanggar aturan karyawan Twitter dengan tidak memberi tahu perusahaan yang berbasis di San Francisco itu bahwa dia telah menerima USD 100.000 tunai dan arloji senilai lebih dari USD 40.000 dari seseorang yang dekat dengan putra mahkota Saudi.

Namun, dia meremehkan pentingnya hadiah itu, dengan mengatakan hal itu sama dengan “perubahan saku” dalam budaya Saudi yang dikenal dengan kemurahan hati dan hadiah mewah.

Abouammo ditangkap di Seattle pada November 2019 atas sejumlah tuduhan, termasuk menjadi agen ilegal pemerintah asing.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   FTI Prediksi Ekspor Mobil Thailand Tahun Ini Tak Capai Target

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Berita Terbaru