Terus Berupaya Redakan Inflasi, The Fed Kembali Kerek Suku Bunga

- Editor

Kamis, 28 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Pelopor.id | Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) pada Rabu (27/07/2022) ke kisaran antara 2,25% dan 2,50%. Langkah ini sebagai salah satu upaya meredakan inflasi yang telah mencapai level tertinggi sejak 1980-an.

“Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga pangan dan energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas,” kata Komite Pasar Terbuka Federal seperti dikutip dari Reuters.

FOMC menambahkan bahwa pihaknya tetap sangat memperhatikan risiko inflasi. Mereka juga melihat kenaikan suku bunga yang terjadi sejak Maret mulai menampakkan hasil.

Setelah kenaikan 75 bps pada Juni dan kenaikan yang lebih kecil di bulan Maret dan Mei, berarti The Fed telah menaikkan suku bunga acuan dengan total 225 basis poin tahun ini.

Kini suku bunga berada pada level yang menurut sebagian besar pejabat The Fed memiliki dampak ekonomi netral. Posisi ini menandai berakhirnya periode suku bunga murah untuk mendorong pengeluaran rumah tangga dan bisnis.

Pernyataan kebijakan terbaru memberikan sedikit panduan eksplisit tentang langkah apa yang mungkin diambil Fed selanjutnya. Keputusan suku bunga akan sangat bergantung pada data inflasi mendatang.

Dengan data terbaru menunjukkan harga konsumen naik lebih dari 9% secara tahunan, investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 50 bps pada pertemuan September mendatang.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kasus Covid Harian di Tiongkok Tembus 20.000, Tertinggi Sejak Pandemi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB