Kesepakatan Rusia dan Ukraina Dorong Penurunan Harga Gandum

- Editor

Senin, 25 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gandum. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/manfredrichter)

Ilustrasi gandum. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/manfredrichter)

Pelopor.id | Jakarta – Kesepakatan yang memungkinkan ekspor gandum antara Rusia dan Ukraina telah mendorong harga global lebih rendah, namun bukan berarti diterjemahkan sebagai ekspor besar yang segera dimulai.

Harga gandum turun pada Jumat, karena kesepakatan itu meningkatkan harapan bahwa dimulainya kembali ekspor gandum Ukraina akan meredakan krisis pasokan pangan global yang sedang berkembang. Gandum berjangka yang diperdagangkan di Chicago turun lebih dari 4% pada level USD 7,72 per gantang.

Sempat melonjak ke rekor tertinggi USD 12,94 per gantang setelah invasi Rusia, harga telah jatuh kembali ke tingkat sebelum invasi dalam beberapa pekan terakhir, akibat kekhawatiran tentang ekonomi global telah tumbuh dan kesepakatan tampaknya semakin mungkin terjadi. Faktor-faktor lain telah melunakkan harga, termasuk prospek panen melimpah di produsen besar lainnya, seperti Rusia.

Kesepakatan itu menjanjikan untuk membebaskan pelabuhan di dalam dan sekitar Odessa dan Mykolaiv, yang masih dipegang oleh Kyiv dan merupakan saluran utama Ukraina untuk ekspor biji-bijian.

Sementara, kata para pejabat, Rusia telah menargetkan infrastruktur ekspor Ukraina, membom gudang pelabuhan dan silo, daerah Odessa tidak mengalami kerusakan yang sama.

Mengutip Wall Street Journal, analis biji-bijian memprediksi, bahkan dengan kesepakatan hari Jumat, diperlukan waktu berminggu-minggu bagi pelabuhan Ukraina untuk dibersihkan untuk navigasi yang aman dan agar pengiriman biji-bijian mulai mengalir lagi.

Kemudian, Rusia dan Ukraina harus tetap berkomitmen pada kesepakatan itu, bukan kesimpulan sebelumnya di tengah keanehan perang darat dan perang ekonomi paralel yang dilancarkan antara Moskow dan Barat.

“Mencapai kesepakatan adalah langkah pertama yang positif, tetapi masih banyak rintangan yang harus diatasi sebelum jalur perdagangan Ukraina dapat dibuka kembali,” kata kepala eksekutif Golden Ocean Group Ltd. Ulrik Uhrenfeldt Andersen, pengirim yang menangani biji-bijian, seperti dikutip dari The Wall Street Journal.

Baca Juga :   Singapura Jatuhkan 5 Sanksi untuk Rusia

Rute alternatif melalui negara tetangga, seperti Rumania dan Polandia, memiliki kapasitas yang jauh lebih rendah dibanding pelabuhan di sepanjang Laut Hitam.

Saat ini, produk pertanian Ukraina dikirim dengan kereta api dan truk ke luar negeri melintasi perbatasannya dengan Uni Eropa, dan melalui tongkang menyusuri sungai Danube ke pelabuhan Constanta di Rumania. Kapasitas di sepanjang jalan ini berkisar sepertiga dari ekspor sebelum perang.

Hambatan terbesar adalah Ukraina memiliki rel berukuran berbeda untuk sistem relnya, yang mengharuskan mobil diangkat dari rel Ukraina ke rel standar UE, atau truk untuk membongkar biji-bijian dan membawanya ke depan. Hal ini telah menciptakan kemacetan.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB