Pelopor.id | Jakarta – Pertemuan manusia dengan hiu semakin meningkat selama musim panas ini di sepanjang Pantai Timur Amerika Serikat (AS). Para ahli melihat kemungkinan ada hubungan dengan iklim, saat mangsa predator pindah ke perairan baru.
Setiap musim panas, hiu putih besar bergerak ke pantai Atlantik AS, menuju New England, dan jumlahnya memuncak antara Agustus dan Oktober.
“Ada peningkatan umum dalam populasi yang kami pikir adalah populasi yang pulih setelah dilindungi,” kata ilmuwan perikanan senior untuk negara bagian Massachusetts, Gregory Skomal, kepada AFP.
Film ikonik mengenai hiu “Jaws” dibuat di wilayah ini, dan makhluk-makhluk itu menjadi daya tarik pariwisata utama, menghiasi topi bisbol dan kaus oblong. Di sisi lain, bagaimanapun, sudah ada penutupan pantai sementara tahun ini, setelah dikonfirmasi penampakan hiu di dekat pantai.
Sebagian besar alasannya adalah mangsa utama mereka, anjing laut, juga pulih berkat peningkatan perlindungan.
Baru-baru ini, pemerintah negara bagian New York mengumumkan patroli pengawasan tambahan, termasuk melalui drone dan helikopter. Di pantai wisata Long Island, setengah lusin gigitan hiu telah terungkap, setelah tiga tahun tidak ada sama sekali.
Di sini, hiu putih besar cenderung menjadi penyebab daripada spesies hiu lain di wilayah tersebut, khususnya hiu macan, hiu macan pasir, dan hiu banteng.
“Ini mungkin karena perairan yang lebih bersih di New York dan New Jersey, tetapi sulit untuk mengetahui berapa banyak populasi yang meningkat atau hanya populasi yang bergerak sebagai akibat dari perubahan kondisi laut akibat perubahan iklim,” kata ilmuwan senior di Akuarium New England Nick Whitney.[]












