TNSC: Aturan Baru Bank Sentral Myanmar Tak Akan Pengaruhi Ekspor Thailand

- Editor

Jumat, 22 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ekspor impor. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/jadefalcon3)

Ilustrasi ekspor impor. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/jadefalcon3)

Pelopor.id | Jakarta – Thai National Shippers’ Council (TNSC) optimistis perintah Bank Sentral Myanmar bagi perusahaan dan peminjam individu untuk menangguhkan pembayaran pinjaman luar negeri, yang terbaru dalam serangkaian langkah untuk menopang cadangan devisa negara yang semakin berkurang, tidak mungkin berdampak signifikan pada ekspor Thailand.

Ketua TNSC Chaichan Chareonsuk mengatakan, ekspor Thailand ke Myanmar hanya mewakili 1,6% dari total ekspor Thailand atau USD 4,3 miliar tahun lalu, yang berarti dampak dari pembayaran pinjaman luar negeri Myanmar seharusnya kecil.

Sejumlah produk ekspor utama adalah minyak jadi, minuman, bahan kimia, pelet plastik, produk baja, kosmetik, sabun dan produk perawatan kulit.

Chaichan menilai, tindakan Myanmar juga tidak mungkin mempengaruhi perdagangan perbatasan, lantaran transaksi sebagian besar ditangani secara tunai sebelum pengiriman produk.

“Yang lebih memprihatinkan saat ini adalah kebijakan impor Myanmar yang ketat diterapkan selama 10 tahun terakhir, karena menyebabkan ketidaknyamanan dalam mengekspor barang ke negara itu,” kata Chaichan, seperti dikutip dari Bangkok Post.

TNSC tetap yakin ekspor Thailand dapat mencatat kenaikan 10% tahun ini, didorong oleh pelemahan baht dan antisipasi kenaikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok.

Dalam lima bulan pertama tahun ini, ekspor Thailand ke Myanmar naik 21,1% menjadi USD 2,07 miliar, sementara impor meningkat 22,6% menjadi USD 1,51 miliar.

Ketua Kamar Dagang Thailand Sanan Angubolkul memperingatkan bahwa perusahaan yang memperoleh pendapatan dalam mata uang asing, kemungkinan akan melihat dampak terbesar.

Menurutnya, skema penangguhan pembayaran utang Myanmar pasti akan mempengaruhi arus kas dan pendanaan mereka untuk memperoleh bahan baku impor untuk menghasilkan produk jadi di negara itu.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Alibaba Targetkan USD 100 Miliar Untuk Pasar e-Commerce Asia Tenggara

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB