Aksi Mogok Pilot Berakhir Setelah SAS dan Serikat Raih Kesepakatan

- Editor

Rabu, 20 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kokpit pesawat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/imcockpit)

Ilustrasi kokpit pesawat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/imcockpit)

Pelopor.id | Jakarta – Maskapai Skandinavia, SAS, telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja yang mewakili pilot mereka, sehingga aksi mogok para pilot yang telah berlangsung selama dua minggu pun berakhir.

Maskapai mengalami kerugian sebesar USD 9 juta hingga USD 12 juta per hari akibat aksi mogok itu, menambah kesengsaraan SAS yang sudah mengalami kesulitan finansial sebelumnya.

Kesepakatan itu dikonfirmasi oleh pihak perusahaan dan serikat pekerja, setelah menjalani sesi negosiasi yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa dini hari.

“Akhirnya, kami dapat melanjutkan operasi normal dan menerbangkan pelanggan kami pada liburan musim panas yang sangat mereka rindukan. Saya sangat menyesal bahwa begitu banyak penumpang kami terkena dampak pemogokan ini,” kata kepala eksekutif Anko van der Werff dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.

Para pilot SAS telah mogok sejak 4 Juli, ketika hampir 1.000 dari mereka keluar dari pekerjaan setelah pembicaraan gagal.

Mereka memprotes pemotongan gaji yang diminta oleh manajemen sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang bertujuan memastikan kelangsungan hidup perusahaan, dan keputusan perusahaan untuk tidak mempekerjakan kembali pilot yang diberhentikan selama pandemi.

Di bawah kesepakatan baru, 450 pilot akan dipekerjakan kembali.

SAS, yang mempekerjakan hampir 7.000 orang, terutama di Denmark, Norwegia dan Swedia, juga berusaha mengumpulkan sekitar 9,5 miliar kronor dalam modal baru.

“Kami sekarang melanjutkan pekerjaan penting untuk memajukan rencana transformasi kami SAS FORWARD dan membangun SAS yang kuat dan kompetitif untuk generasi mendatang,” kata van der Werff.

Musim panas secara keseluruhan menjadi sulit bagi maskapai dan bandara Eropa, yang dihadapkan dengan kekurangan staf yang memengaruhi lalu lintas udara. Setelah kehilangan pekerjaan yang meluas terkait pandemi, maskapai dan bandara berjuang merekrut staf baru di banyak negara.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   GSB Targetkan Penyaluran Kredit Kendaraan Capai Rp 8,5 Triliun

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:34 WIB

4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:59 WIB

Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:43 WIB

Donny Fattah God Bless Meninggal Dunia, Kancah Rock Indonesia Berduka

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 02:17 WIB

Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

Poster Terbaru Film Na Willa Tampilkan Dunia Imajinasi Anak

Senin, 2 Maret 2026 - 00:33 WIB

Crunchyroll Umumkan Serial (OSHI NO KO) Season 2 Tayang Musim Semi 2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:17 WIB

Sandy Canester Rilis Single Pohon Lewat Kolaborasi Bareng NOICE

Berita Terbaru