Pelopor.id | Jakarta – Infratil Ltd, perusahaan investasi infrastruktur Selandia Baru, menyebut Vodafone New Zealand akan melepas aset menara seluler pasifnya senilai NZD 1,7 miliar atau sekitar Rp 15,7 triliun kepada dana yang dikelola dua perusahaan investasi global.
Sekadar informasi, Infratil menguasai sekitar 49,95% saham Vodafone NZ. Kemudian, pemegang 49,95% saham lainnya adalah Brookfield Asset Management Kanada.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa Vodafone NZ akan menjual 1.484 menara seluler kepada dana yang dikelola oleh InfraRed Capital Partners yang berbasis di London dan Northleaf Capital Partners yang berbasis di Toronto.
Setiap pembeli akan menguasai 40% dari entitas menara baru, TowerCo, sedangkan Infratil akan menginvestasikan kembali hasil penjualan untuk mengakuisisi 20% saham.
TowerCo akan menjalin kontrak selama 20 tahun dengan Vodafone NZ untuk akses ke menara yang ada dan baru. Dalam pernyataan resmi, Infratil menjelaskan bahwa TowerCo akan membangun setidaknya 390 situs tambahan selama dekade berikutnya.
Transaksi ini ditargetkan rampung pada kuartal keempat, tergantung persetujuan dari Kantor Investasi Luar Negeri Kanada.
Aksi penjualan ini mengikuti serangkaian divestasi oleh sejumlah perusahaan telekomunikasi ketika mereka memangkas utang dan fokus pada aset seluler aktif mereka. Salah satunya adalah Spark Selandia Baru yang pada pekan lalu mengumumkan divestasi 70% saham di bisnis menaranya senilai NZD 900 juta.[]












