Uber Tawarkan Kompensasi Jutaan Dolar kepada Penumpang Disabilitas

- Editor

Selasa, 19 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aplikasi Uber. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/freestocks-photos)

Ilustrasi aplikasi Uber. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/freestocks-photos)

Pelopor.id | Jakarta – Uber Technologies Inc disebut akan menawarkan kompensasi beberapa juta dolar kepada puluhan ribu penumpang penyandang disabilitas yang dikenakan biaya tambahan.

Kasus yang dibawa oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) ini berpusat pada penumpang disabilitas yang diduga dipaksa membayar biaya menunggu, lantaran mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk naik kendaraan.

Di bawah penyelesaian, Uber akan mengeluarkan kredit kepada lebih dari 65.000 pengendara yang memenuhi syarat yang bernilai dua kali lipat jumlah biaya waktu tunggu yang pernah mereka kenakan, yang berpotensi mencapai jutaan dolar.

Uber juga setuju untuk membayar lebih dari USD 1,7 juta kepada pengendara yang mengeluh tentang biaya tersebut, dan USD 500.000 kepada orang lain yang terkena dampak.

“Penyandang disabilitas tidak boleh dibuat merasa seperti warga negara kelas dua atau dihukum karena disabilitas mereka, persis seperti yang dilakukan kebijakan biaya waktu tunggu Uber,” kata asisten jaksa agung Kristen Clarke seperti dikutip dari AFP.

Uber pun mengaku bersikap positif terhadap penyelesaian itu.

“Sebelum masalah ini diajukan, kami membuat perubahan sehingga setiap pengendara yang berbagi bahwa mereka memiliki disabilitas akan dibebaskan dari biaya waktu tunggu secara otomatis,” kata perusahaan itu.

Uber mengenakan biaya jika pengemudi harus menunggu lebih dari dua menit untuk menjemput penumpang. Namun, Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa menerapkan biaya tersebut kepada penyandang disabilitas merupakan diskriminasi yang melanggar hukum.

Jaksa pun menekankan, merujuk ketentuan perjanjian dua tahun, Uber akan terus membebaskan biaya waktu tunggu untuk penumpang yang butuh lebih banyak waktu untuk naik karena menyandang disabilitas, dan memastikan pengembalian uang dengan mudah jika biaya itu salah dibebankan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Sekutu NATO Bakal Tambah Pasukan Kesiapan Tinggi Jadi 300.000 Tentara

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB