Pelopor.id | Jakarta – Twitter telah menggugat miliarder Elon Musk di Delaware Chancery Court, untuk memaksanya menindaklanjuti akuisisi USD 44 miliar yang dia setujui pada bulan April. Seperti diketahui, pekan lalu Musk membatalkan rencana pembelian itu, lantaran Twitter dianggap tidak jujur mengenai data akun palsu.
Gugatan Twitter pun menambah tantangan bagi Musk yang merupakan pemilik produsen mobil listrik Tesla Inc dan perusahaan roket SpaceX.
Awal bulan ini, Tesla melaporkan penurunan berurutan pertama dalam pengiriman triwulanan dalam lebih dari dua tahun, sebagian besar mencerminkan gangguan rantai pasokan dan penutupan pabrik yang diperpanjang di Tiongkok akibat penguncian terkait Covid-19.
Musk juga sempat menyebutkan tentang pabrik barunya di Jerman dan Texas sebagai “tungku uang raksasa”. Ia mengatakan bahwa pabrik dibuka awal tahun ini, namun perusahaan telah berjuang untuk meningkatkan produksi di keduanya.
“Berlin dan Austin kehilangan miliaran dolar sekarang, karena ada banyak pengeluaran dan hampir tidak ada output,” kata Musk dalam wawancara akhir Mei dengan klub pemilik Tesla, seperti dikutip dari The Wall Street Journal.
Musk, yang telah menyatakan keprihatinan tentang ekonomi global, memulai putaran PHK di perusahaan mobilnya bulan lalu.
Selain itu, Musk juga pernah mengatakan kebangkrutan bukanlah hal yang mustahil bagi SpaceX, jika resesi global yang parah mengeringkan ketersediaan modal dan likuiditas. Pasalnya, SpaceX telah kehilangan miliaran pada program roket Starship dan layanan broadband satelitnya.
Perusahaan antariksa itu adalah penyedia peluncuran roket Amerika Serikat (AS) tersibuk tahun lalu, menangani penerbangan manusia dan misi satelit.
Musk mengunjungi situs peluncuran SpaceX di Texas, setelah terjadi ledakan pada Senin di bawah salah satu pendorong Super Heavy perusahaan.
Kendaraan-kendaraan yang menjulang itu menopang sistem roket Starship, yang menurut Musk, akan digunakan dalam misi-misinya yang paling ambisius, termasuk perjalanan manusia yang prospektif ke Mars.
“Ya, sebenarnya tidak bagus,” tulis Musk di Twitter sebagai tanggapan atas ledakan tersebut, dengan mengatakan bahwa tim SpaceX sedang menilai kerusakannya.
SpaceX, bersama perusahaan satelit lainnya, juga sedang terlibat dalam pertarungan regulasi melawan Dish Network Corp. dan lainnya, saat Komisi Komunikasi Federal mempertimbangkan aturan baru untuk frekuensi radio yang digunakan untuk membawa sinyalnya.[]












