Pelopor.id | Jakarta – Presiden Italia Sergio Mattarella menolak pengunduran diri yang diajukan Perdana Menteri Mario Draghi.
Sebelumnya, Draghi mengajukan pengunduran diri karena merasa sudah tidak didukung oleh parlemen yang dulu mengusungnya, setelah Gerakan Bintang Lima atau the Five Star Movement menolak berpartisipasi dalam mosi tidak percaya.
Bintang Lima (M5S) yang sebelumnya anti-kemapanan, dipimpin oleh mantan perdana menteri Giuseppe Conte, telah menguras dukungan dalam pemilihan dan anggota parlemen, terluka oleh perubahan kebijakan dan perpecahan internal.
Keputusan untuk tidak mengikuti pemungutan suara dinilai dapat mendorong koalisi Draghi yang sudah retak untuk runtuh. Bahkan, bisa memajukan pemilihan nasional hingga akhir tahun ini.
Pemungutan suara menyerukan paket bantuan senilai sekitar 23 miliar euro, yang dirancang untuk membantu memerangi inflasi yang merajalela. Tapi itu juga termasuk ketentuan untuk memungkinkan insinerator sampah dibangun di Roma, sesuatu yang telah lama ditentang oleh Bintang Lima.
“Kecuali ada kompromi terakhir, krisis formal pemerintah tampaknya tak terelakkan,” kata profesor di London School of Economics, Lorenzo Codogno, dalam sebuah catatan seperti dikutip AFP.
Kelompok sayap kanan telah memanfaatkan ketegangan, dengan Liga anti-imigran, bagian dari koalisi Draghi, dan partai oposisi Brothers of Italy mengatakan pemilihan baru harus diadakan.
Codogno mengatakan bahwa tidak ada yang tertarik untuk mendukung pemerintahan sementara, atau pemerintahan Draghi tanpa M5S di dalamnya.[]












