Pejabat The Fed Dukung Kenaikan Suku Bunga Poin Persentase Penuh

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Pelopor.id | Jakarta – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengisyaratkan kemungkinan mendukung kenaikan suku bunga poin persentase penuh bulan ini. Kenaikan itu akan menjadi yang terbesar dalam lebih dari 30 tahun dan indikasi lebih lanjut dari tekad bank sentral Amerika Serikat (AS) meredakan inflasi.

The Fed mulai agresif menaikkan biaya pinjaman sejak Maret, untuk mencoba mendinginkan permintaan di tengah dampak perang Rusia-Ukraina, yang telah memukul pasokan makanan dan minyak global, dan lockdown Covid-19 di Tiongkok yang telah mengganggu rantai pasokan.

Namun data sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran yang signifikan, dan sebaliknya laporan minggu ini berisi rebound inflasi yang mengkhawatirkan dengan harga konsumen melonjak 9,1% bulan lalu.

Sebelumnya, Waller menyatakan dukungan untuk kenaikan 75 basis poin lagi pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini, namun pada Kamis dia mengatakan akan mengawasi laporan utama tentang penjualan ritel dan perumahan yang akan datang sebelum itu.

“Jika data itu datang secara material lebih kuat dari yang diharapkan, itu akan membuat saya condong ke arah kenaikan yang lebih besar pada pertemuan Juli sejauh itu menunjukkan permintaan tidak melambat cukup cepat untuk menurunkan inflasi,” kata Waller dalam pidatonya di konferensi ekonomi seperti dikutip dari AFP.

Sementara para gubernur bank sentral AS secara universal mendukung serangan inflasi, Waller adalah orang pertama yang mengisyaratkan langkah raksasa, meskipun dia mengatakan masih mengharapkan pengulangan keputusan bulan lalu.

Menurutnya, langkah The Fed sejauh ini telah menandai pengetatan tercepat dalam hampir 30 tahun, namun langkah besar pada Juni bukan reaksi berlebihan mengingat pembacaan inflasi kuat yang berulang sejak awal tahun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Bank of Ayudhya Krungsri Bidik Pelanggan Korporasi Jepang

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:08 WIB

Idgitaf Ungkap Kecemasan dan Harapan Lewat Single Rutinitas

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:23 WIB

Gerakan Warga Wargi Menanam Warnai Penjualan Tiket Synchronize Fest 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:24 WIB

Eksplorasi Musik Tanpa Batas ala Patrick Lesmana dalam EP Yabai

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB