Pelopor.id | Jakarta – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengisyaratkan kemungkinan mendukung kenaikan suku bunga poin persentase penuh bulan ini. Kenaikan itu akan menjadi yang terbesar dalam lebih dari 30 tahun dan indikasi lebih lanjut dari tekad bank sentral Amerika Serikat (AS) meredakan inflasi.
The Fed mulai agresif menaikkan biaya pinjaman sejak Maret, untuk mencoba mendinginkan permintaan di tengah dampak perang Rusia-Ukraina, yang telah memukul pasokan makanan dan minyak global, dan lockdown Covid-19 di Tiongkok yang telah mengganggu rantai pasokan.
Namun data sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran yang signifikan, dan sebaliknya laporan minggu ini berisi rebound inflasi yang mengkhawatirkan dengan harga konsumen melonjak 9,1% bulan lalu.
Sebelumnya, Waller menyatakan dukungan untuk kenaikan 75 basis poin lagi pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini, namun pada Kamis dia mengatakan akan mengawasi laporan utama tentang penjualan ritel dan perumahan yang akan datang sebelum itu.
“Jika data itu datang secara material lebih kuat dari yang diharapkan, itu akan membuat saya condong ke arah kenaikan yang lebih besar pada pertemuan Juli sejauh itu menunjukkan permintaan tidak melambat cukup cepat untuk menurunkan inflasi,” kata Waller dalam pidatonya di konferensi ekonomi seperti dikutip dari AFP.
Sementara para gubernur bank sentral AS secara universal mendukung serangan inflasi, Waller adalah orang pertama yang mengisyaratkan langkah raksasa, meskipun dia mengatakan masih mengharapkan pengulangan keputusan bulan lalu.
Menurutnya, langkah The Fed sejauh ini telah menandai pengetatan tercepat dalam hampir 30 tahun, namun langkah besar pada Juni bukan reaksi berlebihan mengingat pembacaan inflasi kuat yang berulang sejak awal tahun.[]












