Dinas Rahasia AS Disebut Hapus Pesan Teks Selama Kerusuhan Capitol

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi secret service. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi secret service. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS), badan penegak hukum yang melindungi presiden AS, menghapus pesan teks agen yang dikirim selama kerusuhan 6 Januari di Capitol. Pengawas pemerintah mengungkapkan hal itu dalam sebuah surat yang diterbitkan Kamis.

Inspektur jenderal Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Joseph Cuffari mengatakan kepada Kongres bahwa kantornya mengalami kesulitan mendapatkan catatan dari Secret Service mulai 5 dan 6 Januari 2021.

Pesan-pesan itu bisa menjadi hal penting untuk penyelidikan Dewan Perwakilan Rakyat dan Departemen Kehakiman AS mengenai apakah Donald Trump dan penasihat dekatnya mendorong pemberontakan mematikan oleh para pendukungnya di US Capitol, yang bertujuan mencegah sertifikasi Joe Biden sebagai pemenang pemilu November 2020.

Pada 29 Juni lalu, seorang mantan staf Gedung Putih mengatakan kepada DPR bahwa Trump telah berusaha memaksa Dinas Rahasia untuk membawanya ke Capitol untuk bergabung dengan para pendukungnya pada 6 Januari.

“Departemen memberi tahu kami bahwa banyak pesan teks US Secret Service (USSS), dari 5 dan 6 Januari 2021, dihapus sebagai bagian dari program penggantian perangkat,” tulis Cuffari dalam surat yang pertama kali dilaporkan oleh The Intercept dan kemudian diterbitkan oleh Politico.

“USSS menghapus pesan teks itu setelah OIG meminta catatan komunikasi elektronik untuk ditinjau pada 6 Januari,” katanya, merujuk pada Kantor Inspektur Jenderal.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, juru bicara Secret Service Anthony Guglielmi menolak tuduhan inspektur jenderal.

Dia mengatakan telepon para agen itu dihapus sebagai bagian dari program penggantian yang direncanakan yang dimulai sebelum OIG meminta informasi enam minggu setelah pemberontakan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Miss Universe Bhutan Tashi Choden Mewakili Komunitas LGBTQ

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Berita Terbaru