Produsen Baterai Berlomba Membuat Baterai EV Lebih Kecil

- Editor

Selasa, 12 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi produk baterai Nyobolt. (Foto: Pelopor.id/Twitter @nyobolt)

Ilustrasi produk baterai Nyobolt. (Foto: Pelopor.id/Twitter @nyobolt)

Pelopor.id | Jakarta – Produsen baterai, terutama baterai kendaraan listrik (electric vehicle), kini makin fokus pada baterai masa depan yang lebih kecil, tahan lama dan lebih murah, yang juga mengisi daya lebih cepat. Dalam upaya itu, perusahaan rintisan baterai bereksperimen dengan sejumlah bahan, seperti silikon-karbon, tungsten dan niobium.

“Pengadopsi awal di pasar kelas atas menginginkan kemasan baterai yang lebih besar dan jangkauan yang lebih panjang karena mereka mampu membelinya,” kata CEO Nyobolt Limited Sai Shivareddy, perusahaan rintisan yang mengembangkan bahan anoda niobium oksida untuk baterai.

Niobium adalah logam stabil yang sering digunakan untuk memperkuat baja, deposit terbesar di dunia ada di Brasil dan Kanada. Niobium dapat menangani pengisian daya super cepat sambil bertahan bertahun-tahun lebih lama daripada baterai saat ini.

“Untuk adopsi arus utama yang lebih sensitif terhadap biaya, Anda memerlukan paket baterai yang lebih kecil, tetapi dengan pengalaman yang sama seperti saat ini (dengan mobil berbahan bakar fosil) di mana Anda dapat mengisi baterai dalam lima menit,” lanjutnya seperti dikutip dari Reuters.

Perusahaan rintisan Barat seperti Nyobolt, dan Echion Technologies Ltd yang berbasis di Cambridge, atau Group14 Technologies yang berbasis di Washington, sedang mengerjakan bahan elektroda untuk membawa baterai pengisian daya super cepat ke pasar.

Berdasarkan platform data start-up PitchBook, investasi teknologi baterai EV pada 2021 melonjak lebih dari enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menjadi USD 9,4 miliar, lantaran produsen mobil berfokus pada masa depan.

“Kami berada dalam tahap awal pengembangan baterai,” kata wakil presiden di perusahaan analisis data Pulse Labs, Lincoln Merrihew.

Menjadi kecil juga dapat mengurangi kemacetan bahan baterai yang menjulang karena permintaan EV melonjak, sambil menggunakan lebih sedikit kobalt dan nikel di mana Tiongkok mendominasi penyulingan dan pemrosesan.

Baca Juga :   Netflix Berencana Naikkan Harga Paket Langganan

Nyobolt berfokus pada EV balap berperforma tinggi dan Shivareddy mengatakan perlu bertahun-tahun validasi sebelum produsen mobil siap menggunakan baterainya dalam model pasar massal.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Berita Terbaru

Penyanyi remaja, Lindee Cremona. (Foto: Istimewa)

Musik

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB