Kebocoran File Rahasia Uber Ungkap Taktik Ekspansi yang Meragukan

- Editor

Senin, 11 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Uber. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock.com/Tero Vasalainen)

Ilustrasi Uber. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock.com/Tero Vasalainen)

Pelopor.id | Jakarta – Kebocoran cache file rahasia dari aplikasi ride-sharing Uber menunjukkan taktik yang meragukan secara etis dan berpotensi ilegal yang digunakan Uber untuk ekspansi global yang dimulai hampir satu dekade lalu.

Hal itu terungkap dalam “file Uber”, sebuah penyelidikan media bersama yang didasari 124.000 catatan dan melibatkan puluhan organisasi berita. Penyelidikan itu menemukan bahwa ketika Uber berusaha menaklukkan pasar baru, pejabat perusahaan terkadang memanfaatkan reaksi keras dari industri taksi terhadap driver untuk mengumpulkan dukungan dan menghindari otoritas pengatur.

Dalam sebuah pernyataan hari Minggu, Uber mengakui kesalahan, tetapi menyalahkan kepemimpinan sebelumnya di bawah mantan kepala eksekutif Travis Kalanick, yang terpaksa mengundurkan diri pada 2017, menyusul tuduhan praktik manajemen brutal dan sejumlah pelecehan seksual dan psikologis di perusahaan.

“Kami telah pindah dari era konfrontasi ke era kolaborasi, menunjukkan kesediaan untuk datang ke meja dan menemukan titik temu dengan mantan lawan, termasuk serikat pekerja dan perusahaan taksi,” ungkap pernyataan itu seperti dilansir dari AFP.

Penyelidikan menemukan bahwa ketika pengemudi Uber yang disubsidi dan tarif diskon mengancam industri taksi, pengemudi perusahaan menghadapi pembalasan dengan kekerasan, termasuk protes di Paris pada tahun 2016.

“Dalam beberapa kasus, ketika pengemudi diserang, eksekutif Uber berputar cepat untuk memanfaatkan untuk mencari dukungan publik dan peraturan saat memasuki pasar baru, seringkali tanpa mencari lisensi untuk beroperasi sebagai taksi dan layanan livery,” lapor Washington Post, salah satu media yang terlibat dalam penyelidikan.

Namun, Kalanick membantah temuan itu, melalui juru bicaranya mengatakan bahwa dia tidak pernah menyarankan Uber harus mengambil keuntungan dari kekerasan dengan mengorbankan keselamatan pengemudi dan bahwa Kalanick tidak pernah mengizinkan tindakan atau program apa pun yang akan menghalangi keadilan di negara mana pun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Heboh Poster Acara ‘Bungkus Night’ Berbau Seksualitas, 2 Orang Diamankan Polisi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:18 WIB

Dihadiri Erros Candra, Pembukaan Melodia Yogyakarta Berlangsung Meriah

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:47 WIB

LUMINA, Girl Group Indonesia–Korea, Rilis Single Debut 안녕. Bintang

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:58 WIB

Java Jazz Festival 2026 Umumkan Deretan Lineup Internasional dan Nasional

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:34 WIB

4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:43 WIB

Donny Fattah God Bless Meninggal Dunia, Kancah Rock Indonesia Berduka

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:10 WIB

Idgitaf Berbagi Panggung dengan Teman Tuli di KLBB Festival 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 02:17 WIB

Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial

Berita Terbaru