Sri Lanka Diwarnai Unjuk Rasa, Presiden dan PM Sri Lanka Bersedia Mundur

- Editor

Minggu, 10 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (Foto: Pelopor.id/Twitter @GotabayaR)

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (Foto: Pelopor.id/Twitter @GotabayaR)

Pelopor.id | Jakarta – Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe bersedia mengundurkan diri, setelah terjadi gelombang aksi unjuk rasa dengan kekerasan.

Massa pengunjuk rasa menyerang kediaman resmi Presiden Sri Lanka dan membakar rumah perdana menteri di Kolombo. Tak hanya itu, massa juga memaksa masuk lewat gerbang Kementerian Keuangan dan kantor presiden di pinggir laut. Mereka marah atas krisis ekonomi terburuk negara itu dalam tujuh dekade.

Berdasarkan laporan Reuters, Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa Presiden Rajapaksa telah memberitahunya bahwa dia akan melepas jabatannya pada Rabu pekan depan. Namun, tidak ada pernyataan langsung dari Rajapaksa sendiri.

Dua orang sumber Kementerian Pertahanan mengatakan, Rajapaksa telah meninggalkan kediamannya pada Jumat, sebagai tindakan pencegahan keamanan menjelang demonstrasi akhir pekan yang direncanakan.

Kemudian pada Sabtu, rekaman video di saluran berita lokal menunjukkan api besar dan asap yang berasal dari rumah pribadi Wickremesinghe. Kantornya mengatakan bahwa pengunjuk rasa telah menyalakan api, dan menurut sumber pemerintah kepada Reuters, Wickremesinghe telah pindah ke lokasi yang aman.

Ketidakstabilan politik diprediksi dapat merusak pembicaraan Sri Lanka dengan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) untuk mencari dana talangan USD 3 miliar, restrukturisasi beberapa utang luar negeri dan penggalangan dana dari sumber multilateral dan bilateral untuk meringankan kekeringan dolar.

Krisis makin berkembang setelah pandemi menghantam ekonomi yang bergantung pada pariwisata dan memangkas pengiriman uang dari pekerja luar negeri.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pengadilan Hong Kong Menolak Banding Pernikahan Homoseksual

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB