Georgia Gagal Jadi Anggota UE, Warga Tuntut Pemerintah Mundur

- Editor

Senin, 4 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Georgia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/InstagramFOTOGRAFIN)

Ilustrasi bendera Georgia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/InstagramFOTOGRAFIN)

Jakarta | Georgia menggelar rapat umum massa baru pada hari Minggu, menuntut pemerintah mengundurkan diri atas kegagalan untuk secara resmi mengamankan pencalonan untuk keanggotaan Uni Eropa (UE).

Negara Laut Hitam itu telah berada dalam cengkeraman protes massal sejak para pemimpin UE memutuskan pada akhir Juni untuk menunda aplikasi keanggotaan Tbilisi, sambil menunggu reformasi politik menyeluruh.

Sejumlah kelompok pro-demokrasi terkemuka dan didukung oleh partai-partai oposisi telah menggelar aksi unjuk rasa terbesar dalam beberapa dekade, yang melibatkan setidaknya 120.000 orang turun ke jalan pada 20 Juni.

Mengutip AFP, pada Minggu malam, lebih dari 35.000 demonstran berkumpul di luar parlemen Georgia, memblokir lalu lintas di jalan raya utama ibukota Georgia, Tbilisi. Sambil mengibarkan bendera Georgia dan UE, para demonstran menyanyikan lagu kebangsaan karena banyak yang memegang plakat bertuliskan “Kami adalah Eropa”.

“Demonstrasi kami difokuskan pada tujuan bersejarah integrasi Eropa Georgia. Reaksi pemerintah terhadap protes kami yang konstruktif, damai, tanpa kekerasan sama sekali tidak memadai,” kata penulis terkemuka dan aktivis sipil Lasha Bugadze, yang turut menjadi salah satu penyelenggara unjuk rasa.

Di sisi lain, partai yang berkuasa menuduh oposisi menggerakkan rencana untuk menggulingkan pihak berwenang dengan mengorganisir demonstrasi anti-pemerintah.

Georgia mengajukan keanggotaan UE bersama dengan Ukraina dan Moldova, beberapa hari setelah Rusia pada 24 Februari menginvasi Ukraina.

Pada tanggal 23 Juni, para pemimpin Uni Eropa memberikan status calon resmi kepada Kyiv dan Chisinau tetapi mengatakan Tbilisi hanya bisa menjadi calon resmi setelah masalah yang beredar ditangani.

Penundaan pencalonan Georgia menjadi kesimpulan yang pasti setelah Komisi Eropa mengatakan pada 20 Juni bahwa Tbilisi harus menerapkan sejumlah reformasi pada akhir 2022 sebelum dimasukkan ke jalur keanggotaan formal.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Sandiaga Yakin “Rendang Goes to Europe” Angkat Citra Kuliner Nusantara ke Dunia

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Donne Maula Rilis Harum, Lagu Tentang Alasan Tetap Berjuang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Senin, 6 Juli 2026 - 02:36 WIB

Daftar Harga Tiket Konser Kahitna 40 Tahun Jakarta 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 00:11 WIB

Daftar Harga Tiket Konser UNGU di Senayan Resmi Diumumkan

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:22 WIB

Kahitna Rayakan 40 Tahun Lewat Konser Nostalgia di PIK 2

Berita Terbaru