Jakarta | Vietnam berencana memotong tarif Most Favored Nation (MFN) pada bensin menjadi 12% dari semula 20%. Pemerintah Vietnam menyebutkan bahwa langkah ini ditempuh untuk membantu mengurangi tekanan inflasi.
Selain itu, keputusan ini juga akan membantu Vietnam mendiversifikasi sumber impor bensin dan mengurangi ketergantungannya pada pemasok utamanya termasuk Korea Selatan dan tetangganya di Asia Tenggara, kata pemerintah dalam rilis berita seperti dikutip Reuters.
Tarif MFN adalah tarif standar yang diterapkan dalam perdagangan antara anggota Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), kecuali ada perjanjian perdagangan terpisah.
Di bawah kesepakatan perdagangan bebas antara Vietnam dan Korea Selatan dan di dalam 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations, tarif impor bensin sekitar 8%.
Vietnam sebagai pusat manufaktur regional, melaporkan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 7,72% pada kuartal kedua tahun ini, namun seperti banyak negara tetangganya menghadapi tekanan inflasi yang meningkat dengan harga energi dan makanan yang lebih tinggi.
Selain memangkas tarif MFN, pemerintah Vietnam juga berencana memotong pajak konsumsi khusus, pajak pertambahan nilai dan pajak lingkungan untuk bahan bakar, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.[]