Inggris Didesak untuk Menekan Aliran Dana Gelap Rusia

- Editor

Kamis, 30 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bendera Inggris. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Nerivil)

Ilustrasi Bendera Inggris. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Nerivil)

Jakarta | Anggota parlemen Inggris menyatakan pemerintah Inggris telah gagal menegakkan janjinya untuk membersihkan uang asing yang kotor.

Laporan Komite Urusan Luar Negeri House of Commons menegaskan bahwa hal ini memalukan, setelah bertahun-tahun peringatan, pemerintah Inggris baru mulai menekan aliran gelap ketika Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Pemerintah telah membawa undang-undang baru untuk mencegah dana korup yang dicuci melalui pasar properti Inggris. Namun gagal mendukungnya dengan sumber daya atau kekuatan yang cukup untuk badan anti-korupsi, seperti Badan Kejahatan Nasional atau National Crime Agency dan Kantor Penipuan Serius atau Serious Fraud Office.

“Tanpa sarana dan sumber daya yang diperlukan, lembaga penegak hukum akan ompong. Ancaman keuangan gelap terhadap keamanan nasional kita menuntut tanggapan yang dianggap serius,” kata laporan itu seperti dikutip dari AFP.

Konglomerat Rusia telah lama merasa mudah mendapatkan properti mahal di London, atau pendidikan kelas dunia untuk anak-anak mereka di sekolah swasta Inggris, atau menguasai klub sepak bola Liga Utama Inggris.

Menurut sejumlah penelitian tentang fenomena “Londongrad”, mereka diaktifkan oleh industri jasa yang mencakup bankir terkemuka, akuntan, pengacara, agen properti, dan penasihat hubungan masyarakat.

Selain itu, sejak Perdana Menteri Boris Johnson memasuki Downing Street pada 2019, partai Konservatifnya telah meningkatkan upaya untuk menarik donasi, termasuk dari pendukung kaya yang berasal dari Rusia.

Setelah invasi ke Ukraina, pemerintahan Johnson telah memberikan sanksi kepada lusinan taipan Rusia yang terhubung dengan Kremlin dan mengatakan uang mereka tidak lagi diterima di Inggris. Namun, menurut anggota parlemen, “uang korupsi terus mengalir ke Inggris”.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Erick Thohir Bakal Sikat Utang Koruptif BUMN

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

Poster Terbaru Film Na Willa Tampilkan Dunia Imajinasi Anak

Senin, 2 Maret 2026 - 00:33 WIB

Crunchyroll Umumkan Serial (OSHI NO KO) Season 2 Tayang Musim Semi 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:43 WIB

Pedangdut Nisa Farella Kembali Berkarya dengan Single Legowo

Senin, 16 Februari 2026 - 21:58 WIB

Natasha Pramudita Buktikan Relevansi Karier Bermusiknya Melalui Single Mendadak Dangdut

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Berita Terbaru