Jakarta | Boeing saat ini terjebak dengan lebih dari USD 25 miliar pesawat yang tidak terkirim, dengan beberapa pelanggan membatalkan pesanan dan maskapai harus memotong jadwal penerbangan.
Boeing memperlengkapi kembali proses pabrik dan rantai pasokannya untuk memastikan Dreamliners dibangun dengan benar untuk pertama kalinya. Pengiriman diharapkan dapat dilanjutkan segera setelah musim panas ini, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Untuk diketahui, setelah dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019, regulator bersikeras bahwa Dreamliner baru sesuai dengan desain yang disetujui Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) dan mematuhi peraturan keselamatan udara federal, sebelum Boeing mengirimkan jet baru.
Di masa lalu, Boeing diberi kebebasan oleh FAA untuk memperbaiki masalah kecil setelah pesawat membawa penumpang, selama masalah tersebut tidak menimbulkan bahaya keselamatan langsung.
Pesawat 787 Dreamliner produksi Boeing Co. memang cukup populer di industri maskapai dunia setelah memulai debutnya pada tahun 2011.
Mengutip The Wall Street Journal, Dreamliner menandai perubahan bagi Boeing. Perusahaan tersebut menyerahkan sebagian besar pekerjaan ke jaringan pemasok global, menjadikannya yang pertama dari pesawat Boeing yang sebagian besar dirancang oleh perusahaan lain.
Setelah mengatasi tantangan awal, termasuk meningkatkan kecepatan pemasok, dan dua kebakaran baterai yang menyebabkan penghentian tiga bulan, Boeing telah mengirimkan lebih dari 1.000 jet, dengan pesanan pasti untuk sekitar 400 unit.
Rangka komposit karbon pesawat yang sebagian besar mengurangi biaya bahan bakar, membantu membuat pesawat ekonomis untuk menghubungkan lebih banyak kota di dunia dengan penerbangan langsung. Dreamliner makin populer, apalagi didukung oleh interior pesawat yang menawarkan iklim kabin lebih baik untuk mengurangi jet lag.[]












