Boeing Terjebak dengan Pesawat Tak Terkirim Senilai USD 25 Miliar

- Editor

Selasa, 28 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat Boeing 747. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/tommyolsson)

Ilustrasi pesawat Boeing 747. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/tommyolsson)

Jakarta | Boeing saat ini terjebak dengan lebih dari USD 25 miliar pesawat yang tidak terkirim, dengan beberapa pelanggan membatalkan pesanan dan maskapai harus memotong jadwal penerbangan.

Boeing memperlengkapi kembali proses pabrik dan rantai pasokannya untuk memastikan Dreamliners dibangun dengan benar untuk pertama kalinya. Pengiriman diharapkan dapat dilanjutkan segera setelah musim panas ini, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Untuk diketahui, setelah dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019, regulator bersikeras bahwa Dreamliner baru sesuai dengan desain yang disetujui Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) dan mematuhi peraturan keselamatan udara federal, sebelum Boeing mengirimkan jet baru.

Di masa lalu, Boeing diberi kebebasan oleh FAA untuk memperbaiki masalah kecil setelah pesawat membawa penumpang, selama masalah tersebut tidak menimbulkan bahaya keselamatan langsung.

Pesawat 787 Dreamliner produksi Boeing Co. memang cukup populer di industri maskapai dunia setelah memulai debutnya pada tahun 2011.

Mengutip The Wall Street Journal, Dreamliner menandai perubahan bagi Boeing. Perusahaan tersebut menyerahkan sebagian besar pekerjaan ke jaringan pemasok global, menjadikannya yang pertama dari pesawat Boeing yang sebagian besar dirancang oleh perusahaan lain.

Setelah mengatasi tantangan awal, termasuk meningkatkan kecepatan pemasok, dan dua kebakaran baterai yang menyebabkan penghentian tiga bulan, Boeing telah mengirimkan lebih dari 1.000 jet, dengan pesanan pasti untuk sekitar 400 unit.

Rangka komposit karbon pesawat yang sebagian besar mengurangi biaya bahan bakar, membantu membuat pesawat ekonomis untuk menghubungkan lebih banyak kota di dunia dengan penerbangan langsung. Dreamliner makin populer, apalagi didukung oleh interior pesawat yang menawarkan iklim kabin lebih baik untuk mengurangi jet lag.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   AstraZeneca Prediksi Penurunan Pendapatan dari Obat Covid-19

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:18 WIB

Dihadiri Erros Candra, Pembukaan Melodia Yogyakarta Berlangsung Meriah

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:47 WIB

LUMINA, Girl Group Indonesia–Korea, Rilis Single Debut 안녕. Bintang

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:58 WIB

Java Jazz Festival 2026 Umumkan Deretan Lineup Internasional dan Nasional

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:34 WIB

4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:43 WIB

Donny Fattah God Bless Meninggal Dunia, Kancah Rock Indonesia Berduka

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:10 WIB

Idgitaf Berbagi Panggung dengan Teman Tuli di KLBB Festival 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 02:17 WIB

Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial

Berita Terbaru