Jakarta | Ibu kota Austria, Wina, kembali menjadi kota paling layak huni di dunia, berdasarkan laporan tahunan Economist Intelligence Unit (EIU) yang diterbitkan Kamis (23/06/2022). Wina merebut posisi teratas dari Auckland, yang turun ke posisi 34 akibat pembatasan pandemi.
Eropa menempati enam posisi dari sepuluh kota teratas.
Wina diikuti oleh ibu kota Denmark, Kopenhagen, dan Zurich, Swiss. Sesama kota Swiss, Jenewa, berada di urutan keenam, kemudian Frankfurt, Jerman di posisi ketujuh, dan Amsterdam, Belanda kesembilan.
Sementara ibu kota Ukraina, Kyiv, tidak dimasukkan tahun ini setelah Rusia menginvasi negara itu pada akhir Februari, sedangkan kota-kota Rusia, seperti Moskow dan St. Petersburg jatuh dalam peringkat akibat penyensoran dan dampak sanksi Barat.
Demikian juga kota-kota lain di Eropa timur dianggap kurang stabil, menyusul meningkatnya ketegangan diplomatik akibat perang Rusia-Ukraina.
“Stabilitas dan infrastruktur yang baik adalah daya tarik utama kota bagi penduduknya, didukung oleh layanan kesehatan yang baik dan banyak peluang untuk budaya dan hiburan,” ungkap laporan itu seperti dikutip AFP.
Kanada juga mendapat peringkat baik, dengan Calgary berbagi peringkat di posisi ketiga, diikuti oleh Vancouver di tempat kelima dan Toronto kedelapan. Kemudian Osaka, Jepang dan Melbourne, Australia berbagi tempat kesepuluh.
Di sisi lain, ibu kota Suriah yang dilanda perang, Damaskus, mempertahankan posisinya sebagai kota yang paling tidak layak huni di dunia. []












