Antisipasi PMK, Pj Gubernur Banten Tinjau Lapak Hewan Kurban

- Editor

Kamis, 23 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar meninjau langsung lapak penjualan hewan kurban milik warga. (Foto: Pelopor.id/Pemprov Banten)

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar meninjau langsung lapak penjualan hewan kurban milik warga. (Foto: Pelopor.id/Pemprov Banten)

Pelopor.id | Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar meninjau langsung lapak penjualan hewan kurban milik warga di Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan, Rabu (22/06/2022). Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual dalam kondisi Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), serta terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Selain itu, Al Muktabar juga melakukan pemeriksaan terhadap 60 ekor sapi yang dijual di lapak tersebut, termasuk pemeriksaan mulut.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan tadi semua sapi di sini aman dan sehat, tidak ada yang terjangkit PMK. Pihak penjual juga memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat, meskipun berasal dari berbagai daerah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi sebaran PMK di Banten, Al Muktabar mengatakan bahwa seluruh penjual hewan kurban wajib melakukan karantina terlebih dahulu, pengecekan dokumen kelengkapan, serta memeriksa kondisi fisiknya untuk memastikan kesehatan hewan kurban.

Selanjutnya, pemprov melakukan check point terhadap hewan kurban yang akan masuk ke Banten. Kemudian pemprov secara berkala melakukan kontrol di setiap lapak yang ada, yang ditunjang juga pemeriksaan secara rutin oleh petugas di kabupaten dan kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid yang turut mendampingi peninjauan mengatakan, pihaknya sangat fokus terhadap penanganan dan pencegahan PMK yang menyerang hewan berkuku genap, seperti sapi.

“Karena PMK itu daya penyebarannya sangat cepat dan luas, perbandingannya dari seribu ekor yang terjangkit, itu mengancam 1,2 juta ekor sapi. Jadi, kalau ini tidak ditangani secara serius, maka akan berakibat fatal,” katanya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Rumah Dakwah Qur'an dan Thibbun Nabawi Gelar Pengobatan Massal Gratis

Berita Terkait

Tidar Canangkan Target Menangkan Pileg dan Pilpres 2029 di Kongres IV Bali
Berdayakan Warga, Huadi Group Support Buka Puasa Bersama
Meski Dalam Kawasan Industri, Sholat Jumat dan Lima Waktu Betul-betul Hikmah
Sambut Bulan Suci Ramadan, Huadi Group Bantu Alat Kebersihan 14 Masjid di Papan Loe
PT Huadi Nickel Alloy Indonesia Wajibkan Karyawan Sadar K3 Sebagai Tanggung Jawab
Huadi Bantu Pasang Kubah Mesjid Jami Rahmat Desa Borong Loe
Support Apel Siaga Bencana, Dandim 1410 Bantaeng: Terimakasih Huadi Group
Ratusan Bibit Mangrove di Tanam Depan Jetty Huadi Group

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Berita Terbaru

ILustrasi Sepak Bola. (Foto: Istimewa)

Internasional

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:33 WIB