Judo Mencapai Titik Krisis di Jepang

- Editor

Selasa, 21 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi judo. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Thao Le Hoang)

Ilustrasi judo. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Thao Le Hoang)

Jakarta | Jepang sejak dulu dikenal sebagai rumah bagi judo, namun mentalitas menang dengan segala cara yang brutal, hukuman fisik dan tekanan untuk menurunkan berat badan telah mendorong sebagian besar anak-anak untuk berhenti. Hal ini meningkatkan ketakutan akan masa depan olahraga tersebut di pusat kekuatan tradisionalnya.

Menggarisbawahi skala masalah, Federasi Judo Seluruh Jepang atau the All Japan Judo Federation membatalkan turnamen nasional bergengsi untuk anak-anak berusia 10 tahun, memperingatkan bahwa mereka didorong terlalu keras.

Sebuah kelompok penekan yang didedikasikan untuk mereka yang terluka atau terbunuh saat berlatih seni bela diri mengatakan bahwa 121 kematian terkait judo dilaporkan di sekolah-sekolah Jepang antara tahun 1983 dan 2016.

Jepang secara teratur mendominasi tabel medali judo Olimpiade, namun presiden federasi Yasuhiro Yamashita mengatakan kepada AFP bahwa nilai-nilai olahraga sedang hilang karena orang tua dan pelatih mengejar kejayaan jangka pendek.

“Judo adalah olahraga yang menekankan kemanusiaan. Jika Anda tidak melihat apa pun selain kemenangan, dan hasilnya adalah yang terpenting, itu akan terdistorsi,” kata Yamashita seperti dikutip dari AFP.

Data federasi menunjukkan, jumlah orang yang ambil bagian dalam judo di Jepang telah turun hampir setengahnya sejak 2004, menjadi sekitar 120.000. Penurunan itu didominasi oleh anak-anak.

Laporan telah muncul dari anak-anak sekolah dasar yang dipaksa untuk menurunkan berat badan, terkadang sampai enam kilogram atau 13 pon, sehingga mereka dapat bersaing di divisi yang lebih ringan.

Kemudian, anak-anak diajari gerakan berbahaya yang sama seperti atlet Olimpiade dan latihan intensif yang dapat membuat mereka cedera atau kelelahan.

Federasi memutuskan untuk mengambil tindakan pada bulan Maret, dengan membatalkan turnamen nasional untuk anak-anak elit berusia antara 10 dan 12, dan berencana menggantinya dengan acara-acara seperti kuliah dan sesi latihan.

Baca Juga :   Fakta Olahraga Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia

Namun tetap ada orang tua dan pelatih yang bereaksi keras dengan menuduh federasi menghancurkan impian anak-anak dan membahayakan status Jepang sebagai benteng judo.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB