GSB Thailand Janji Mempertahankan Suku Bunga Stabil

- Editor

Selasa, 21 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi baht. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi baht. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Bank yang dikelola Pemerintah Thailand, Government Savings Bank (GSB), berkomitmen akan berusaha mempertahankan suku bunganya selama mungkin di tengah tren global yang meningkat, untuk meringankan beban para peminjamnya.

Presiden GSB Vitai Ratanakorn menyarankan perusahaan untuk meningkatkan likuiditas mereka, yang dapat terpukul setelah kenaikan suku bunga di masa depan.

Mengutip Bangkok Post, Bank of Thailand telah memberi isyarat bahwa kenaikan suku bunga kebijakan akan terjadi dalam waktu dekat, sebagai tanggapan terhadap inflasi yang terus melonjak. Lembaga riset memprediksi, Thailand akan memasuki siklus kenaikan tarif pada semester kedua tahun ini.

Vitai tidak dapat memprediksi apakah bank akan mempertahankan suku bunga sampai akhir tahun ini, atau berapa lama dapat mempertahankan suku bunga saat ini, lantaran situasi ekonomi berubah dengan cepat.

Dia juga mengatakan bahwa upaya GSB mempertahankan suku bunga dapat mempengaruhi keuntungan bank, namun pihaknya siap menanggung beban tersebut. Pada semester pertama tahun ini, keuntungan GSB telah melampaui target.

Non-performing loan (NPL) GSB mencapai 2,7% dari total per Mei, sementara cadangannya 165% dari nilai NPL. Menurutnya, pinjaman dengan suku bunga tetap tidak akan terpengaruh oleh kenaikan suku bunga saat membayar cicilan bulanan.

Peminjam baru harus membayar cicilan yang lebih tinggi. Misalnya, jika pelanggan meminjam 1 juta baht, pada umumnya pelanggan akan membayar cicilan bulanan sebesar 7.000 baht. Jika meminjam setelah kenaikan suku bunga, angsuran bisa melonjak menjadi 7.500-8.000 baht per bulan.

GSB baru-baru ini bermitra dengan Dhipaya Group Holdings dan Bangchak Corporation untuk mendirikan usaha patungan pinjaman dengan menggunakan sertifikat tanah sebagai jaminan, dalam upaya memungkinkan usaha kecil dan individu lebih mudah mengakses pinjaman dengan biaya lebih rendah. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Singapura Mengimpor Listrik Bersih untuk Pertama Kalinya

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Berita Terbaru