Jakarta | Jerman mengumumkan sejumlah langkah darurat pada hari Minggu, untuk memastikan kebutuhan energinya setelah penurunan pasokan gas Rusia, termasuk kembali menggunakan batu bara.
“Untuk mengurangi konsumsi gas, lebih sedikit gas yang harus digunakan untuk menghasilkan listrik. Sebagai gantinya, pembangkit listrik tenaga batu bara harus digunakan lebih banyak,” kata Kementerian Ekonomi Jerman dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.
Keputusan itu diambil setelah Rusia meningkatkan tekanan pada sekutu Barat dengan mengurangi aliran gas alam di jalur pipanya ke Eropa barat secara drastis, sehingga menaikkan harga energi.
Perusahaan migas Rusia, Gazprom mengatakan, pengurangan pasokan melalui pipa Nord Stream adalah hasil dari pekerjaan perbaikan, namun pejabat Uni Eropa (UE) yakin Rusia sedang menghukum sekutu Ukraina, di mana pasukan Rusia melancarkan invasi pada Februari.
Pengalihan sementara Jerman ke batu bara menandai perubahan haluan bagi koalisi Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan FDP yang dipimpin Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang telah berjanji mengurangi penggunaan batu baranya pada tahun 2030.
“Ini pahit tetapi sangat diperlukan untuk mengurangi konsumsi gas,” kata menteri ekonomi dan iklim Robert Habeck dalam sebuah pernyataan.
Berdasarkan langkah-langkah tersebut, pemerintah akan mengizinkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara yang saat ini dianggap sebagai cadangan untuk digunakan hanya sebagai upaya terakhir.
Langkah itu juga mencakup sistem pelelangan penjualan gas ke produsen, yang menurut pemerintah akan membantu menurunkan konsumsi sektor kuat.[]












