Jakarta | Mayoritas karyawan di toko Apple di Amerika Serikat (AS) telah memilih untuk membentuk serikat pekerja pertama perusahaan teknologi itu, setelah dorongan serikat pekerja serupa di lokasi Starbucks dan Amazon.
Dari 110 karyawan di toko Towson, Maryland, sebanyak 65 orang memilih mendukung dan 33 orang menentang, menurut penghitungan langsung yang disiarkan Sabtu oleh badan federal yang mengawasi pemungutan suara.
Pemungutan suara dilakukan setelah sekelompok karyawan yang disebut AppleCORE (Coalition of Organized Retail Employees atau Koalisi Karyawan Ritel Terorganisir) berkampanye untuk serikat pekerja, menuntut suara dalam memutuskan upah, jam kerja, dan langkah-langkah keamanan.
“Kami melakukannya Towson! Kami memenangkan suara serikat kami! Terima kasih kepada semua yang bekerja sangat keras dan semua yang mendukung! Sekarang kami merayakannya… Besok kami terus berorganisasi,” tweet AppleCORE.
Hasil pemungutan suara itu berarti karyawan toko Apple AS harus membentuk cabang mereka sendiri dari serikat pekerja International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM), setelah agensi tersebut mengesahkan hasilnya.
Hasil itu mengikuti sejumlah kemenangan simbolis oleh serikat pekerja di AS, termasuk pekerja Amazon dan Starbucks, yang mengalami penurunan selama beberapa dekade, di mana Presiden AS Joe Biden telah memberikan dukungannya.
Ini bukan kali pertama karyawan di toko Apple mencoba berserikat, namun ini adalah upaya pertama yang menghasilkan pemungutan suara.
Sebelumnya, direktur distribusi dan sumber daya manusia Apple Deirdre O’Brien mengunjungi toko pada Mei untuk berbicara dengan karyawan.
“Saya ingin memulai dengan mengatakan itu hak Anda untuk bergabung dengan serikat pekerja, tetapi Anda juga berhak untuk tidak bergabung dengan serikat pekerja,” kata O’Brien, menurut audio yang diterbitkan oleh Vice.
O’Brien pun menyarankan karyawan untuk berkonsultasi dengan banyak orang dan sumber untuk memahami bagaimana rasanya bekerja di Apple di bawah perjanjian perundingan Bersama. Menurutnya, kehadiran perantara akan memperumit hubungan antara Apple dan karyawan.[]












