Iceland Foods Hadapi Banyak Rintangan Ketika Ingin Meninggalkan Plastik

- Editor

Senin, 20 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu gerai Iceland Foods. (Foto: Pelopor.id/Wikipedia)

Salah satu gerai Iceland Foods. (Foto: Pelopor.id/Wikipedia)

Jakarta | Iceland Foods Ltd., salah satu jaringan supermarket paling terkenal di Inggris, memutuskan untuk menghilangkan plastik dari produknya. Namun, mereka tidak mengantisipasi lonjakan pengutilan.

Salah satunya adalah ketika Iceland Foods mulai menjual steak dalam nampan kertas yang dapat didaur ulang. Eksekutif perusahaan mengatakan bahwa sejumlah pelanggan membengkokkan wadah yang lentur menjadi dua dan memasukkannya ke dalam celana mereka. Pencurian seperti itu tidak semudah ketika steak datang terbungkus dalam kemasan plastik yang lebih kaku.

Iceland Foods, toko kelontong yang berfokus pada makanan beku dengan sekitar 1.000 toko di Inggris, bergulat dengan sejumlah tantangan tak terduga saat berlomba memenuhi targetnya sendiri untuk memantangkan plastik sekali pakai bagi ratusan produknya pada akhir tahun depan.

Sejauh ini, peritel tersebut telah memotong atau menghilangkan plastik pada lusinan produk, mulai dari ikan dan ayam hingga buah-buahan. Namun, para eksekutif pesimis mereka bisa mencapai target tepat waktu.

Apalagi dengan adanya lonjakan permintaan makanan yang dibungkus plastik selama pandemi dan gangguan rantai pasokan baru-baru ini yang dipicu perang Rusia-Ukraina membuat target itu semakin sulit.

Kemasan kertas yang lebih mahal juga terbukti menjadi beban pada saat inflasi merajalela, terutama karena Iceland Foods biasanya melayani konsumen yang lebih sensitif terhadap harga.

“Anda masuk ke toko kami, itu masih dinding plastik dan itu sangat membuat frustrasi. Kami tidak akan beralih dari A ke Z seperti membalik saklar,” kata direktur pelaksana Iceland Foods Richard Walker seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Gerakan nol-plastik juga menghasilkan serangkaian konsekuensi yang tidak diinginkan. Misalnya, ketika Iceland Foods membungkus pisang dengan pita kertas alih-alih kantong plastik, buahnya membusuk lebih cepat atau patah.

Baca Juga :   Boikot Hipotek Dorong Tiongkok Desak Bank Dukung Sektor Properti

Kemudian, ketika mengemas roti dalam kantong kertas buram, penjualan turun akibat pembeli menolak keras membeli sesuatu yang tidak bisa mereka lihat.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB