Pihak Berwenang Izinkan Pabrik Kinder di Belgia Dibuka Kembali

- Editor

Sabtu, 18 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cokelat Kinder. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Dima Solomin)

Cokelat Kinder. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Dima Solomin)

Jakarta | Badan keamanan kesehatan pangan AFSCA Belgia memberikan izin bersyarat kepada Ferrero untuk pabrik produksinya di Arlon, dengan syarat setelah dilakukan pembersihan. Sebelumnya, pabrik tersebut menjadi pusat kontaminasi Salmonella pada cokelat Kinder yang dijual di Eropa.

Disebutkan bahwa izin diberikan selama tiga bulan, di mana semua produk akan dianalisis sebelum didistribusikan dan dijual.

Melansir AFP, Ferrero terpaksa menarik lebih dari 3.000 ton produk Kinder senilai puluhan juta euro, setelah kasus Salmonella dilacak ke cokelat Kinder yang dibuat di pabriknya di Arlon.

AFSCA memerintahkan pabrik ditutup pada awal April, tepat sebelum periode Paskah yang biasanya menjadi momen produk Kinder laris manis dan terjual habis dari rak supermarket.

Hampir 400 kasus Salmonella akhirnya terdeteksi di seluruh Uni Eropa (UE) dan Inggris, banyak di antaranya pada anak-anak. Memang tidak ada laporan kematian, namun gejala kontaminasi Salmonella dapat mencakup diare parah dan muntah yang sangat berbahaya bagi anak di bawah 10 tahun.

Ferrero yang merupakan raksasa penganan Italia, juga membuat penyebaran cokelat Nutella di situs lain. Ferrero mengatakan telah memulai proses pembukaan kembali pabrik Arlon dan mengharapkan produksi akan dimulai kembali dalam beberapa minggu.

Ditegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan mendalam terhadap pabrik yang memiliki sekitar 1.000 pekerja itu, dan mengambil langkah-langkah agar pencemaran semacam itu tidak akan pernah terjadi lagi. Ferrero mengatakan, kontaminasi kemungkinan berasal dari filter di tangki susu.

“Kami benar-benar menyesal atas apa yang terjadi dan ingin meminta maaf sekali lagi kepada semua orang yang terkena dampak,” kata CEO Ferrero Lapo Civiletti.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   UE Siapkan 195 Miliar Euro untuk Lepas dari Bahan Bakar Rusia

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Kamis, 9 April 2026 - 22:08 WIB

Tiket Presale Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Ludes dalam 1 Jam

Selasa, 7 April 2026 - 16:10 WIB

Julyandra Aip DPO dan Kisi Bawa Nuansa Kontemplatif di Kurasi Musik Tebet

Selasa, 7 April 2026 - 15:42 WIB

Pugar Restu Julian Sajikan Lirik Frontal di Single Depresi Kelas Menengah

Selasa, 7 April 2026 - 15:01 WIB

Kukudabukon Luncurkan Single Menerka Sampai Mati Sebelum Album Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 17:44 WIB

Grup Band Cockpit+ Lahir, Siap Lanjutkan Tradisi Rock Genesis di Indonesia

Berita Terbaru