Konglomerat Rusia Bakal Ganti Nama McDonald’s dengan Merek Baru

- Editor

Sabtu, 11 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

McDonald's, (Foto:Pelopor.id/Pixabay/KelvinStuttard )

McDonald's, (Foto:Pelopor.id/Pixabay/KelvinStuttard )

Jakarta | Konglomerat Rusia, Alexander Govor, menyatakan akan membuka kembali bekas restoran McDonald’s dengan merek dan kepemilikan baru. Govor akan melakukannya pada Russia Day, hari libur patriotik merayakan kemerdekaan negara, bertempat di Lapangan Pushkin Moskow yang merupakan lokasi pertama McDonald’s di Rusia.

Govor pun menyatakan ingin memperluas merek baru tersebut ke 1.000 lokasi di Rusia dan membuka kembali semua jaringan restoran dalam waktu dua bulan. Untuk tahap awal, pembukaan kembali akan mencakup 15 lokasi di Moskow dan sekitarnya.

Seperti diketahui, McDonald’s pada bulan lalu telah menjual restorannya di Rusia ke salah satu pemegang lisensi lokalnya, Alexander Govor. Keputusan ini merupakan salah satu dampak dari aksi Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Ketika Uni Soviet runtuh pada awal 1990-an, McDonald’s pun datang untuk mewujudkan mencairnya ketegangan Perang Dingin dan menjadi jembatan bagi orang Rusia mencicipi makanan dan budaya Amerika. Hengkangnya McDonald’s dari Rusia kini menggambarkan tentang bagaimana Rusia dan Barat kembali saling membelakangi.

Tahun lalu, wilayah Rusia dan Ukraina menyumbang sekitar 9% atau setara USD 2 miliar terhadap total pendapatan McDonald’s.

Perusahaan itu memiliki hak untuk membeli kembali restoran Rusianya dalam waktu 15 tahun, namun banyak syarat penjualan ke Govor yang masih belum jelas.

Melansir kantor berita TASS, sumber yang dekat dengan Restoran Rosinter yang merupakan pemegang waralaba lainnya mengatakan bahwa McDonald’s akan tetap beroperasi di bandara dan stasiun kereta api di Moskow dan St. Petersburg hingga 2023.

“Rosinter memiliki perjanjian unik di mana perusahaan Amerika tidak dapat mengambil waralaba itu. Mereka dapat beroperasi dengan damai,” TASS mengutip sumber tersebut.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Malaysia Berencana Pangkas Pajak Ekspor CPO dan Tunda Biodiesel

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:10 WIB

Daftar Harga Tiket Konser Guns N’ Roses di Jakarta, Termurah Hanya Rp 1 Jutaan

Senin, 29 Juni 2026 - 19:20 WIB

Original Cast of Keumalahayati The Musical: Tribute dan Perjalanan Emosi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:31 WIB

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:05 WIB

Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Guns N’ Roses pada November 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:51 WIB

Visiting Jakarta Dukung Remember Fest 2026 Promosikan Pariwisata Kreatif

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:04 WIB

Billboard “Welcome To The” Muncul di Bundaran HI, Publik Kaitkan dengan Guns N’ Roses

Senin, 22 Juni 2026 - 00:55 WIB

Ini Lirik Lengkap Lagu Anakmu Slalu Cinta Milik Lindee Cremona

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:05 WIB

Duo Antonia Resmi Rilis Mini Album Suara Hati

Berita Terbaru

Grup band Rahardja. (Foto: Istimewa)

Musik

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Jun 2026 - 05:31 WIB