Jakarta | Konglomerat Rusia, Alexander Govor, menyatakan akan membuka kembali bekas restoran McDonald’s dengan merek dan kepemilikan baru. Govor akan melakukannya pada Russia Day, hari libur patriotik merayakan kemerdekaan negara, bertempat di Lapangan Pushkin Moskow yang merupakan lokasi pertama McDonald’s di Rusia.
Govor pun menyatakan ingin memperluas merek baru tersebut ke 1.000 lokasi di Rusia dan membuka kembali semua jaringan restoran dalam waktu dua bulan. Untuk tahap awal, pembukaan kembali akan mencakup 15 lokasi di Moskow dan sekitarnya.
Seperti diketahui, McDonald’s pada bulan lalu telah menjual restorannya di Rusia ke salah satu pemegang lisensi lokalnya, Alexander Govor. Keputusan ini merupakan salah satu dampak dari aksi Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Ketika Uni Soviet runtuh pada awal 1990-an, McDonald’s pun datang untuk mewujudkan mencairnya ketegangan Perang Dingin dan menjadi jembatan bagi orang Rusia mencicipi makanan dan budaya Amerika. Hengkangnya McDonald’s dari Rusia kini menggambarkan tentang bagaimana Rusia dan Barat kembali saling membelakangi.
Tahun lalu, wilayah Rusia dan Ukraina menyumbang sekitar 9% atau setara USD 2 miliar terhadap total pendapatan McDonald’s.
Perusahaan itu memiliki hak untuk membeli kembali restoran Rusianya dalam waktu 15 tahun, namun banyak syarat penjualan ke Govor yang masih belum jelas.
Melansir kantor berita TASS, sumber yang dekat dengan Restoran Rosinter yang merupakan pemegang waralaba lainnya mengatakan bahwa McDonald’s akan tetap beroperasi di bandara dan stasiun kereta api di Moskow dan St. Petersburg hingga 2023.
“Rosinter memiliki perjanjian unik di mana perusahaan Amerika tidak dapat mengambil waralaba itu. Mereka dapat beroperasi dengan damai,” TASS mengutip sumber tersebut.[]












