Biden Rayu Para Pemimpin Amerika Latin dengan Berbagai Janji

- Editor

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @JoeBiden)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @JoeBiden)

Jakarta | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghadiri KTT Amerika Latin pada Rabu (08/06/2022), dengan misi untuk merayu kembali kawasan itu ketika pemerintahannya menjanjikan kerja sama ekonomi, investasi, dan program yang lebih besar untuk melatih 500.000 pekerja kesehatan.

Biden berharap bisa mempererat hubungan dengan wilayah yang lama dilihat oleh Washington sebagai wilayahnya, namun di mana Tiongkok dengan cepat muncul sebagai investor utama, meskipun pemerintah AS telah berfokus pada kemajuan sederhana daripada proposal besar-besaran.

“Kita perlu menunjukkan bahwa demokrasi dapat benar-benar efektif untuk warganya,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken seperti dikutip dari AFP, Kamis (09/06/2022).

Beberapa jam sebelum Biden tiba, Gedung Putih mengumumkan Korps Kesehatan Amerika baru yang bertujuan meningkatkan keterampilan 500.000 petugas kesehatan di seluruh wilayah, mengambil pelajaran dari pandemi Covid-19.

Pejabat administrasi mengatakan, pelatihan kesehatan akan menelan biaya USD 100 juta, meskipun AS tidak akan memberikan kontribusi semuanya dan akan berusaha mengumpulkan dana, termasuk melalui Pan American Health Organization.

Selama pandemi, Tiongkok telah meningkatkan perannya di Amerika Latin, salah satunya dengan bergerak lebih awal untuk memasok vaksin. Kemudian, musuh bebuyutan AS, Kuba, juga sudah lama mengekspor dokter pegawai negaranya.

Secara terpisah, Biden akan mengumumkan rencana untuk kemitraan ekonomi di seluruh belahan bumi, meskipun ada beberapa komitmen konkret sebagai bagian darinya.

Pengumuman itu muncul sehari setelah Wakil Presiden AS Kamala Harris merinci investasi sektor swasta senilai USD 1,9 miliar di El Salvador, Guatemala dan Honduras yang miskin dan dilanda kekerasan.

Masalah yang disebut Segitiga Utara, serta Haiti, telah menghasilkan melonjaknya jumlah migran ke AS, memicu kehebohan domestik ketika pendahulu Biden, Donald Trump, menuntut upaya untuk menghentikan mereka.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Keponakan Kaisar Jepang Mako Komuro Hijrah ke AS

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB