Sebanyak 160.000 Pekerja Migran Bakal Masuk Thailand Tanpa Karantina

- Editor

Sabtu, 4 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pekerja migran. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Sujeeth Potla)

Ilustrasi pekerja migran. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Sujeeth Potla)

Jakarta | Lebih dari 160.000 pekerja migran akan dibawa ke Thailand tanpa memerlukan karantina berdasarkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang baru ditandatangani dalam upaya membendung pelintas batas ilegal yang mencari pekerjaan.

Kementerian Tenaga Kerja Thailand menyebutkan bahwa sejak Rabu pihaknya telah membebaskan karantina untuk pekerja migran yang masuk ke Thailand melalui MoU yang ditandatangani dengan Myanmar, Laos dan Kamboja, asalkan mereka telah diberi vaksin dosis ganda dan memiliki hasil tes negatif untuk Covid-19.

Mengutip Bangkok Post, secara total warga Thailand telah mengajukan permohonan untuk mengimpor 236.012 pekerja migran dari tiga negara tetangga. Dari jumlah tersebut, 165.376 berasal dari Myanmar, 52.428 dari Kamboja, dan 18.208 dari Laos.

Menteri Tenaga Kerja Thailand Suchart Chomklin mengatakan, pembebasan karantina Covid dilakukan seiring dengan pembukaan kembali perbatasan yang diperintahkan oleh Pusat Administrasi Situasi Covid-19 atau Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA) yang dipimpin Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha.

Suchart mengatakan, pengabaian karantina juga berlaku untuk pekerja migran yang melintasi perbatasan setiap hari dan kembali ke negara mereka pada malam hari, serta pekerja musiman.

Selain divaksinasi lengkap, para pekerja harus sudah membeli asuransi kesehatan. Mereka juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan harus menjalani tes ATK.

Jika mereka diberikan surat kesehatan yang bersih, mereka akan diberikan izin kerja dan majikan dapat membawa mereka untuk bekerja di perusahaan mereka. Namun, jika terdeteksi Covid-19, para pekerja akan dikarantina.

Biaya yang terkait dengan karantina atau perawatan akan ditanggung oleh asuransi kesehatan senilai minimal USD 4.000 yang telah dikeluarkan pekerja. Jika biaya melebihi asuransi, majikan harus membayar jumlah terutang.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Google Tindak Tegas Pegawai yang Langgar Aturan Vaksinasi

Berita Terkait

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Donne Maula Rilis Harum, Lagu Tentang Alasan Tetap Berjuang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB