Pelopor.id — Perdana Menteri (PM) Peru yang baru, Hector Valer Pinto, mengundurkan diri pada Sabtu (5/2/2022) atau setelah dirinya menjabat selama 3 hari. Pengunduran diri ini membuat Valer ‘dinobatkan’ sebagai PM terpendek di negara tersebut selama 42 tahun terakhir.
Pengunduran diri ini juga hanya selang sehari setelah Presiden Pedro Castillo mengumumkan akan memperbaharui lagi kabinetnya di tengah krisis pemerintahan. Valer sendiri merupakan Perdana Menteri Peru ketiga dalam enam bulan pemerintahan Castillo.
Valer menyampaikan bahwa pengunduran dirinya akibat banyak ‘tembakan mesin dari surat kabar yang menciptakan gambaran dirinya sebagai orang yang kasar dan kejam.’
Yang di maksud Valer adalah, pengaduan polisi yang rilis oleh media lokal terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tahun 2016. Dalam laporan iti, istri dan putrinya menuduh Valer talah melakukan agresi fisik, termasuk menendang, meninju, dan menjambak rambut dilansir dari AP.
Valer pun membantah telah menyerang dan melakukan KDRT terhadap Istri dan putrinya. Sayang, Istrinya telah meninggal dunia pada tahun 2021
Namun ia berjanji bakal kembali ke panggung politik jika masyarakat menginginkan. Valer menegaskan bahwa dirinya mundur untuk menyembuhkan luka-luka.
Sementara Perdana Menteri baru ke-4 nya akan segera ditunjuk Castillo dengan janji kabinet terbaru akan terbuka untuk semua partai politik.
Pemerintahan Castillo yabg dimulai pada 28 Juli 2021, masih tetap terperosok dalam krisis hingga kini. Kasus Valer membuat orang-orang yang sempat memilihnya, protes untuk yang pertama kalinya akan ketidak hati-hatian dalam memilih menteri.
Sedangkan mantan calon presiden Peru Keiko Fujimori, yang kalah dalam pemilu lalu, mengatakan bahwa Castillo harus mengundurkan diri lantaran dinilai tidak tahu bagaimana memilih orang dan tidak merasa bertanggung jawab atas posisinya. []












