Victoria’s Secret Rogoh Rp 121 Miliar untuk Penyelesaian PHK Karyawan

- Editor

Sabtu, 28 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu produk pakaian dalam Victoria's Secret. (Foto: Pelopor.id/Twitter @VictoriasSecret)

Salah satu produk pakaian dalam Victoria's Secret. (Foto: Pelopor.id/Twitter @VictoriasSecret)

Jakarta | Pekerja Thailand yang dipecat tahun lalu dari pabrik yang memasok merek pakaian dalam global, termasuk Victoria’s Secret, akan menerima 285,2 juta baht atau sekitar Rp 121,7 miliar, yang menurut para aktivis buruh adalah penyelesaian terbesar dari jenisnya di industri garmen global.

Sekitar 1.200 pekerja diberhentikan tanpa pesangon dan upah yang harus dibayar kepada mereka oleh Brilliant Alliance Thai Global Co Ltd (BAT) setelah bangkrut dan menutup pabriknya di provinsi Samut Prakan, pada Maret 2021.

Insiden itu adalah salah satu dari ratusan kasus pencurian upah yang menurut para aktivis buruh terjadi di industri garmen selama pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Eksekutif Konsorsium Hak Pekerja Scott Nova, sebuah serikat pekerja internasional kelompok advokasi, dana penyelesaian yang dibiayai oleh Victoria’s Secret dalam perjanjian pinjaman dengan pemilik BAT, dapat menjadi preseden bagi merek global untuk lebih melindungi hak-hak pekerja dalam rantai pasokan mereka.

“Merek global perlu menyadari bahwa mereka bukan investor pasif, tetapi penentu tren dalam menetapkan standar tenaga kerja,” kata Direktur Thailand untuk Solidarity Center David Welsh, kelompok advokasi hak-hak pekerja yang berbasis di Amerika Serikat (AS), seperti dikutip dari Reuters.

Lebih dari setahun setelah BAT dan pemilik Clover Group yang berbasis di Hong Kong menolak membayar pekerja Thailand yang diberhentikan. Dalam sebuah pernyataan email pekan ini, Victoria’s Secret & Co mengatakan akan memberikan pinjaman kepada pemilik Clover untuk membiayai penyelesaian, tanpa mengungkapkan jumlahnya.

Sebuah dokumen Kementerian Tenaga Kerja Thailand menunjukkan, total pembayaran kepada pekerja, termasuk biaya terkait, mencapai 285,2 juta baht.

Clover awalnya mengatakan para pekerja harus setuju untuk menunggu 10 tahun untuk dibayar penuh.

Baca Juga :   Tak Ikut-ikutan Negara lain, Indonesia Pilih Terapkan Pra-Kondisi Endemi

Seorang eksekutif Clover dan anggota dewan BAT yang bangkrut, Emily Lau pada Jumat (27/05/2022) mengatakan bahwa pembayaran akan dilakukan dengan sumber daya pribadi pemilik, Angie dan Emily Lau, tidak menyebutkan pinjaman dari Victoria’s Secret.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Berita Terbaru