Tiongkok dan Rusia Memveto Tawaran AS di PBB untuk Menghukum Korea Utara

- Editor

Jumat, 27 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rudal. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Taylor Peake)

Ilustrasi rudal. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Taylor Peake)

Jakarta | Tiongkok dan Rusia memveto sanksi PBB yang lebih keras terhadap Korea Utara, menolak upaya Amerika Serikat (AS) untuk menghukum Pyongyang karena menguji rudal balistik antarbenua.

Resolusi itu mendapat dukungan dari 13 anggota Dewan Keamanan lainnya, meskipun beberapa sekutu AS diam-diam bertanya-tanya mengapa Washington melanjutkan pemungutan suara mengetahui oposisi yang gigih dari Beijing dan Moskow.

Tiongkok, sekutu terdekat Korea Utara, dan Rusia, yang hubungannya dengan Barat telah tenggelam akibat invasi ke Ukraina, keduanya mengatakan lebih suka pernyataan yang tidak mengikat daripada resolusi baru dengan gigi melawan Pyongyang.

“AS seharusnya tidak menggantikan penekanan sepihak pada penerapan sanksi saja. Ini juga harus bekerja untuk mempromosikan solusi politik,” kata duta besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun, seperti dilansir dari AFP.

Dia memperingatkan bahwa sanksi akan memiliki konsekuensi kemanusiaan bagi Korea Utara, yang baru-baru ini mengumumkan wabah Covid.

Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia menuduh AS mengabaikan seruan Korea Utara untuk menghentikan aktivitas permusuhan dan terlibat dalam dialog.

“Mereka (AS dan negara Barat lainnya) tampaknya tidak memiliki respons terhadap situasi krisis, selain memperkenalkan sanksi baru,” katanya.

Pemerintahan Joe Biden telah berulang kali mengatakan bersedia untuk berbicara dengan Korea Utara tanpa prasyarat. Ini telah menemukan sedikit minat dalam pembicaraan tingkat kerja dari Korea Utara, yang pemimpinnya Kim Jong Un mengadakan tiga pertemuan tingkat tinggi dengan pendahulu Biden, Donald Trump.

Saat menawarkan pembicaraan, AS mengatakan bahwa Korea Utara jelas telah melanggar resolusi Dewan Keamanan 2017 yang menyerukan konsekuensi lebih lanjut jika Pyongyang menembakkan rudal jarak jauh.

Resolusi yang dirancang AS akan mengurangi jumlah minyak yang dapat diimpor secara legal oleh Korea Utara setiap tahun untuk keperluan sipil dari 4 juta menjadi 3 juta barel. Ini juga akan memotong impor minyak olahan dari 500.000 menjadi 375.000 barel.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Maskapai Desak Pemerintah Membantu Ringankan Beban Keuangan

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB