Maskapai Desak Pemerintah Membantu Ringankan Beban Keuangan

- Editor

Rabu, 13 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kabin pesawat, (Foto: Pelopor.id/Pixabay/StockSnap)

Ilustrasi kabin pesawat, (Foto: Pelopor.id/Pixabay/StockSnap)

Pelopor.id | Jakarta – Maskapai mendesak pemerintah untuk membantu mengangkat beban keuangan. Saat ini, industri maskapai sedang berjuang mengendalikan harga tiket pesawat di tengah biaya operasional yang tinggi untuk mempertahankan momentum positif bagi pasar domestik.

Menurut kepala operasi komersial di Thai Lion Air (TLA), Nuntaporn Komonsittivate, harga bahan bakar adalah faktor yang paling penting karena menyumbang sekitar 35% dari biaya operasional maskapai, naik dari tingkat biasanya 30% sebelum lonjakan.

Mengutip Bangkok Post, Nuntaporn mengatakan bahwa faktor beban untuk liburan mendatang pada 13-17 Juli telah mencapai lebih dari 70%, didorong oleh tujuan populer untuk acara keagamaan, seperti Ubon Ratchathani yang menjadi tuan rumah festival lilin tahunan selama awal Prapaskah Buddha, serta Phuket dan Hat Yai.

Namun, dia mengatakan daya beli yang rendah mungkin tidak menggagalkan keputusan perjalanan karena orang Thailand biasanya merencanakan perjalanan dan memesan penerbangan murah di muka untuk menghemat uang.

Load factor rata-rata pada bulan Juli diperkirakan mencapai 75%, namun, prospek pariwisata untuk keseluruhan kuartal ketiga mungkin lebih rendah dari itu karena periode tersebut masih off-peak season.

TLA harus menyesuaikan frekuensi penerbangan agar sesuai dengan permintaan aktual dan menerapkan kampanye atau promosi bersama dengan Otoritas Pariwisata Thailand untuk meningkatkan jumlah perjalanan.

Namun, maskapai tidak dapat menawarkan diskon besar seperti yang terlihat sebelum pandemi dan tidak dapat menyisihkan sebagian besar kursi untuk harga promosi karena kursi yang tersedia telah berkurang secara signifikan selama pandemi.

Dia mengatakan pemerintah Thailand harus mempertimbangkan untuk memperluas dukungan keuangan, seperti mengurangi biaya terkait penerbangan seperti parkir bandara dan pendaratan untuk membantu maskapai menopang bisnis.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Mulai 2024, Pajak Karbon Singapura Naik Lima Kali Lipat

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:38 WIB

Latihan Pestapora 2026 Malaysia Hadirkan Pamungkas dan Sheila On 7

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB