G7 Bakal Akhiri Dukungan untuk Bahan Bakar Fosil di Luar Negeri

- Editor

Jumat, 27 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bahan bakar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/PublicDomainPictures)

Ilustrasi bahan bakar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/PublicDomainPictures)

Jakarta | Negara-negara maju Kelompok Tujuh atau The Group of Seven (G7) siap untuk berhenti memberikan dukungan publik baru bagi proyek-proyek bahan bakar fosil di luar negeri pada akhir 2022, jika mereka tidak memiliki langkah-langkah yang memadai untuk mengurangi emisi rumah kaca.

Tujuan itu termasuk dalam pernyataan bersama yang disusun oleh negara-negara G7 untuk pertemuan tingkat menteri tentang isu-isu iklim, energi dan lingkungan, yang akan berakhir pada Jumat (27/05/2022) di Berlin, menurut seorang pejabat pemerintah Jepang yang berbicara dengan syarat anonim.

G7 yang dibentuk oleh Kanada, Jepang, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara besar Eropa, berjanji dalam pertemuan para pemimpin mereka pada Juni tahun lalu, untuk mengakhiri bantuan langsung pemerintah yang baru untuk pembangkit listrik tenaga batubara termal internasional yang berkelanjutan pada 2021.

Komitmen yang diharapkan dalam rancangan tersebut berarti bahwa ruang lingkup upaya mereka untuk memerangi perubahan iklim semakin luas.

Masalah lain dari para menteri G7 termasuk apakah mereka akan menetapkan kerangka waktu tertentu untuk mengakhiri pembangkit listrik tenaga batu bara dan menunjukkan persatuan dalam cara mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.

Jerman, ketua bergilir G7, telah mengusulkan agar para menteri menetapkan tujuan penghapusan pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap pada 2030, dan negara-negara Eropa lainnya serta Kanada telah mendukung gagasan tersebut.

Namun Jepang, negara yang miskin sumber daya, tetap menentang untuk berkomitmen pada kerangka waktu tertentu, sementara AS telah berkompromi untuk mencapai tujuan pada 2030-an, menurut para pejabat.

“Kami akan terus memudarkan pembangkit listrik tenaga batu bara yang tidak efisien menuju tahun 2030 dan menggantinya dengan tenaga panas terdekarbonisasi menuju tahun 2050 dengan memanfaatkan hidrogen, amonia, penangkapan dan penyimpanan karbon,” kata Menteri Perindustrian Jepang Koichi Hagiuda seperti dikutip dari Kyodo News.

Baca Juga :   DBS Group Cetak Kenaikan Laba Sebesar 44% Tahun Lalu

Jepang juga akan mencoba mendiversifikasi pemasok energinya dengan berinvestasi dalam proyek gas alam cair di luar Rusia, antara lain, untuk mengurangi ketergantungannya pada gas alam Rusia.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB