Renault Pertimbangkan Lepas Sebagian Sahamnya di Nissan

- Editor

Senin, 25 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Renault. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Logo Renault. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Jakarta | Produsen otomotif Prancis, Renault SA mempertimbangkan untuk melepas sebagian sahamnya di Nissan Motor Co Ltd. Langkah itu diambil sebagai upaya memisahkan bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), untuk mengejar ketertinggalannya dari Tesla dan Volkswagen.

Rencana ini diprediksi dapat menghasilkan miliaran euro setelah beralih ke bisnis EV. Selain itu, melansir Reuters, rencana tersebut juga sekaligus sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dengan mitra aliansi.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa ada kemungkinan Nissan bersedia membeli sebagian dari 1,83 miliar sahamnya yang dimiliki Renault. Namun, Renault juga dapat mencari investor lain untuk mengakusisi saham tersebut.

Sebelumnya, CEO Renault Luca de Meo membuat cetak biru atau blueprint bisnis perusahaan pada Februari lalu dan salah satunya terkait rencana pemisahan bisnis serta penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) entitas mobil listrik tersendiri.

Renault akan menggandeng pengendali Volvo Car AB, yaitu Zhejiang Geely Holding Group Co. Awal tahun ini, Renault memang telah mencapai kesepakatan produksi bersama dengan Geely untuk pabrik di Korea Selatan, dan kedua pihak juga menyatakan akan berkolaborasi di Tiongkok.

Chief Operating Officer Nissan Ashwani Gupta akan ke Prancis pekan depan, untuk berdiskusi dengan CEO Renault de Meo, sebelum pertemuan yang lebih luas antara eksekutif Renault dan Nissan di Tokyo pada bulan depan. Negosiasi ini bertujuan menyeimbangkan kembali aliansi Prancis-Jepang, yang juga mencakup Mitsubishi Motors Corp.

Seperti diketahui, ketegangan seputar sifat asimetris dari ikatan perusahaan hampir menghancurkan aliansi, setelah penangkapan mantan Pemimpin Nissan Carlos Ghosn di Jepang pada 2018. Sejak saat itu, para produsen mobil fokus pada rencana perubahan haluan terpisah untuk membuat mereka melewati kerusakan yang ditimbulkan oleh kasus Ghosn dan dampak pandemi.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Siloam Hospitals Dhirga Surya Lindungi 1.200 Pekerja Rentan di Medan

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Kamis, 9 April 2026 - 22:08 WIB

Tiket Presale Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Ludes dalam 1 Jam

Selasa, 7 April 2026 - 16:10 WIB

Julyandra Aip DPO dan Kisi Bawa Nuansa Kontemplatif di Kurasi Musik Tebet

Selasa, 7 April 2026 - 15:42 WIB

Pugar Restu Julian Sajikan Lirik Frontal di Single Depresi Kelas Menengah

Selasa, 7 April 2026 - 15:01 WIB

Kukudabukon Luncurkan Single Menerka Sampai Mati Sebelum Album Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 17:44 WIB

Grup Band Cockpit+ Lahir, Siap Lanjutkan Tradisi Rock Genesis di Indonesia

Berita Terbaru