Penyelidikan AS Terhadap Impor Solar Ancam Proyek Energi Bersih

- Editor

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panel surya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Sarangib)

Panel surya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Sarangib)

Jakarta | Penyelidikan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) yang dapat mempengaruhi tarif impor solar dari negara-negara Asia Tenggara dinilai telah mengancam proyek energi bersih.

Berdasarkan hasil survei American Clean Power (ACP) Association yang dikutip dari Bloomberg News, setidaknya 65% dari kapasitas surya AS yang ditetapkan untuk online pada tahun ini dan tahun depan, setara dengan 24 gigawatt, kini sangat berisiko dibatalkan atau ditunda.

Penilaian dari pengembang terbarukan yang mewakili lebih dari 150 proyek surya aktif memberikan gambaran awal gangguan yang telah didorong oleh penyelidikan.

Pembuat modul di empat negara sasaran, yaitu Thailand, Malaysia, Vietnam dan Kamboja, telah menghentikan pengiriman ke AS. Pengembang mengatakan, mereka tidak memiliki cukup modul untuk menyelesaikan proyek. Menurut survei ACP, hal itu membahayakan rencana investasi senilai USD 30 miliar.

Responden studi terpisah oleh Solar Energy Industries Association awal bulan ini juga mengangkat kekhawatiran yang sama.

Meski ada hambatan, Wakil Penasihat Iklim Nasional Gedung Putih Ali Zaidi mengatakan, penyebaran terbarukan jangka panjang tidak boleh didorong keluar jalur.

Jika Departemen Perdagangan akhirnya menyimpulkan bahwa tarif sekitar satu dekade terhadap impor solar Tiongkok dielakkan dengan pengiriman dari pabrik di empat negara Asia, maka barang-barang tersebut dapat terkena tarif retroaktif, risiko yang telah mendorong sejumlah produsen menangguhkan pengiriman ke AS.

Pendukung manufaktur surya AS berpendapat, impor murah merusak prospek AS untuk membuat dan menjual peralatan di dalam negeri. Mereka juga mengatakan bahwa risiko tarif retroaktif dibesar-besarkan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Iran Tolak Klaim AS Tentang Plot Pembunuhan John Bolton

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB