Australia Perketat Pengawasan Terhadap Perusahaan Internet

- Editor

Selasa, 22 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Australia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Australia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Australia mengeluarkan aturan baru untuk mengawasi perusahaan internet di negaranya dalam menangani penyebaran berita palsu atau hoax.

Dalam aturan terbaru itu, Otoritas Komunikasi dan Media Australia atau The Autralian Communication and Media Autority (ACMA) mewajibkan perusahaan internet membuka data internalnya dan akan memberikan kode industri internet bagi yang menolak bekerja sama.

Melansir Bloomberg, langkah ini sebagai tindak lanjut pemerintah Australia atas temuan ACMA bahwa empat per lima dari orang dewasa di negara itu telah menerima informasi yang salah terkait Covid-19.

Upaya yang dilakukan Australia juga sejalan dengan negara-negara di Eropa yang mulai akhir tahun ini akan membatasi konten negatif di internet. Bahkan, Uni Eropa mengupayakan tindakan tegas untuk menghentikan disinformasi, mengingat sejumlah klaim yang dilakukan media Rusia selama invasi ke  Ukraina.

Laporan ACMA menyebutkan, narasi palsu biasanya dimulai dengan unggahan yang sangat emosional dan menarik. Kemudian kelompok konspirasi sering mendesak orang bergabung dengan platform yang lebih kecil namun kebijakan moderasi lebih longgar, seperti Telegram.

DIGI, badan industri Australia yang mewakili Facebook, Google, Twitter dan TikTok menyatakan mendukung rekomendasi ACMA. Bahkan, DIGI telah menyiapkan sistem untuk memproses keluhan tentang informasi yang salah.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Junimart Girsang Minta Sofyan Djalil Mengundurkan Diri

Berita Terkait

Boikot FIFA, UEFA Nyatakan Piala Dunia Tidak untuk Dijual
Ryan Gosling Perankan Karakter Ghost Rider Versi Marvel Cinematic Universe
Langgar Privasi, TikTok dan Apple Kena Denda di Korea Selatan
Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:09 WIB

Gestone Villa & Resto Batu Karas Lestarikan Tradisi Hajat Laut Pangandaran

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Berita Terbaru

Dokumentasi laga Aston Villa Vs Indonesia All Stars. (Foto: Instagram/astonvilla)

Nasional

Skor 3-1 Akhiri Laga Aston Villa vs Indonesia All Stars

Minggu, 2 Agu 2026 - 01:37 WIB

Logo Organisasi sepak bola negara-negara Eropa UEFA. (Foto: Istimewa)

Internasional

Boikot FIFA, UEFA Nyatakan Piala Dunia Tidak untuk Dijual

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:41 WIB