Singapura Naikkan Pajak Barang dan Jasa Mulai Tahun Depan

- Editor

Selasa, 22 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Garden By The Bay, Singapura. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Garden By The Bay, Singapura. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Pemerintah Singapura akan menaikkan tarif pajak barang dan jasa atau goods and services tax (GST) mulai tahun depan. Kenaikan itu akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pada Januari 2023 dari 7% menjadi 8%, kemudian pada Januari 2024, dari 8% menjadi 9%.

Langkah ini merupakan salah satu upaya Singapura membangkitkan ekonominya yang terpuruk akibat pandemi. Selain itu juga untuk menjaga kekhawatiran tentang meningkatnya ketidaksetaraan kekayaan dan meningkatnya biaya hidup di Singapura.

“Saya juga memahami kekhawatiran warga Singapura tentang kenaikan GST yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menunda kenaikan GST hingga 2023 dan mengubah kenaikannya menjadi dua langkah,” kata Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong, seperti dikutip dari Reuters.

Selain GST, pemerintah Singapura juga berencana menaikkan pajak penghasilan bagi warga berpenghasilan tinggi, menaikkan pajak properti residensial dan menarik pungutan lebih tinggi pada mobil mewah.

Terkait kenaikan pajak properti residensial, hal ini berlaku bagi properti residensial yang tidak ditempati pemilik yang termasuk properti investasi. Dengan aturan itu, besaran pajaknya menjadi 12%-36%, dari yang sebelumnya berkisar 10%-20%.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah Singapura telah berkomitmen hampir 100 miliar dolar Singapura untuk melindungi masyarakat, bisnis dan ekonominya dari dampak pandemi. Singapura diprediksi mengalami defisit anggaran sebesar 5 miliar dolar untuk tahun 2021 dan diperkirakan defisit sebesar 3 miliar dolar Singapura untuk tahun 2022.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pengadilan PBB Lanjutkan Kasus Genosida Myanmar Terhadap Rohingya

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB