Pelopor.id – Produsen Chip global, Intel Corporation sepakat untuk mengakuisisi perusahaan Israel bernama Tower Semiconductor Limited, senilai US$ 5,4 miliar. Langkah ini, untuk mengalihdayakan produksi chip Intel yang telah disetujui dewan direksi.
Rencananya kesepakatan tersebut akan diteken paling lambat dalam 12 bulan ke depan dilansir dari Bloomberg. Intel memilih akuisisi ini di tengah persaingan dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) dalam memproduksi chip untuk memasok perusahaan lain, termasuk mendorong kepemimpinan Intel di dunia.
Tower Semiconductor dipilih Intel lantaran kinerja perusahaan tersebut yang ciamik. Ini terlihat dari sahamnya di bursa Amerika Serikat yang melonjak hingga 53 persen.
Seperti TSMC, Tower Semiconductor juga mengkhususkan diri pada pembuatan chip yang digunakan untuk industri otomotif, seluler, medis, dan penerbangan. Perusahaan itu, secara keseluruhan memiliki nilai pasar sebesar US$3,6 miliar (Rp51,5 triliun) di perdagangan saham.
- Intel Cetak Rekor Pendapatan Meski Dilanda Masalah Rantai Pasokan
- Intel Prediksi Pasokan Laptop Akan Terganggu Hingga 2023
- Intel Berencana Bangun Pabrik di Malaysia
Meski demikian, skala Tower masih jauh dibanding TSMC. Penjualan Tower pada tahun lalu mencapai US$1,3 miliar, sedangkan TSMC mencapai US$56 miliar. Perkirakan analis, penjualan TSMC akan tumbuh sekitar 27 persen pada 2022. Perusahaan yang berbasis di Hsinchu ini menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan industri.
Sebelumnya, pada Januari 2022, Intel secara gamblang menyatakan rencananya menginvestasikan US$100 miliar (Rp1.431 triliun) untuk mendirikan perusahaan chip di Ohio sebagai perusahaan chip terbesar di dunia. Pengumuman itu sekaligus diiringi ambisi Intel untuk mengurangi ketergantungan industri AS kepada para pembuat chip Asia. []












